Hindari Ruam Hingga Kanker, Ini Alasan Anda Harus Mencuci Baju Baru

Kompas.com - 29/07/2019, 19:00 WIB
Pengunjung memilih pasmina yang dijual salah satu pedagang di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2013). Warga mulai berbelanja pakaian untuk Lebaran. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPengunjung memilih pasmina yang dijual salah satu pedagang di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2013). Warga mulai berbelanja pakaian untuk Lebaran.

Tak hanya senyawa quinoline, para ilmuwan juga menemukan beberapa senyawa dalam pakaian baru yang terkait erat dengan dampak buruk kesehatan. Dua bahan lain itu adalah nitroanilin dan benzothiazoles.

Selain senyawa-senyawa itu, beberapa penyelidikan yang dilakukan oleh David Andrews menemukan bahwa industri tekstil sering menggunakan penolak noda, penguat warna, anti-kerut, pelembut, hingga bahan kimia anti-air untuk pakaian.

Sayangnya, belum banyak penelitian yang mendukung keselamatan dalam penggunaan kimia tersebut.

Hal ini membuat Ulrika Nilsson, salah satu peneliti dari Universitas Stockholm mengingatkan pentingnya mencuci pakaian baru sebelum mengenakannya.

"Selalu ingat untuk mencuci pakaian baru sebelum mengenakannya," ungkap Nilsson dikutip dari Time, Selasa (23/07/2019).

" Mencuci pakaian baru mengurangi kandungan kimia (terutama residu dari proses pembuatan," tegasnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh Dr Susan Nedorost, profesor dermatologi di Case Western Reserve University.

Menurut Nedorost, mencuci pakaian baru sebelum memakainya bisa menghindarkan kita dari reaksi alergi. Salah satu penyebab alergi yang mungkin ditimbulkan pakaian baru adalah pewarna pakaian.

Baca juga: Infeksi Jamur Gara-gara Malas Mencuci Stocking

"Ketika kita melihat dermatitis kontak alergi dari pakaian, biasanya dari pewarna yang tersebar," kata Nedorost.

Pewarna pada pakaian sintetis dari bahan poliester dan nilon mungkin saya mengandung tingkat yang lebih tinggi.

Nantinya, ketika pakaian tersebut langsung dikenakan tanpa dicuci, pewarna pakaian yang tergesek kulit atau terkena keringat akan larut. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan reaksi alergi di kulit kita.

"Dengan mencuci pakaian baru, Anda mungkin menghapus sedikit pewarna tambahan dan karenanya memiliki risiko paparan pewarna yang lebih rendah," tegasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Time
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X