Bagi Perempuan Jakarta, Susah untuk Tidak Galau antara Karir dan Keluarga

Kompas.com - 25/07/2019, 12:54 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Oleh Diahhadi Setyonaluri*


KOMPAS.com - Bekerja di Jakarta itu berat. Selain jam kerja yang panjang, karyawan juga harus melaju dari dan ke tempat kerja dalam waktu yang cukup lama karena mereka harus berhadapan dengan kemacetan Jakarta yang disebut sebagai salah satu yang terburuk di dunia.

Bagi ibu bekerja, tantangannya semakin berat.

Mereka harus bangun sebelum matahari terbit untuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya. Lantas mereka harus menitipkan anak kepada pengasuh atau orang tua mereka untuk kemudian menjejalkan dirinya ke dalam transportasi umum dan menantang kemacetan untuk berangkat bekerja.

Pada akhirnya, perempuan terpaksa harus berhenti bekerja karena tingginya biaya yang harus mereka tanggung, sebuah fakta yang ditemukan dalam riset-riset .

Salah satunya dialami oleh seorang responden kami bernama Nila.

Nila adalah ibu muda berusia 29 tahun yang memiliki anak berusia di bawah lima tahun dan tinggal di Depok. Dia memilih berhenti bekerja.

“Saya letih berangkat pagi-pagi dari rumah dan tiba di rumah sudah sangat malam, ditambah saya masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga,” katanya. “Gaji saya hilang begitu saja karena pulang-pergi ke tempat kerja sangat mahal. Saya tidak melihat manfaat hasil kerja saya, lebih baik saya di rumah,” ujarnya memberikan alasan.

“Biaya bekerja” yang tinggi

Perempuan berhenti bekerja setelah berkeluarga adalah cerita yang sering ditemukan di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X