Suhu Dingin di Bandung Biasa Saja, 1987 Pernah 11,2 Derajat Celcius

Kompas.com - 18/07/2019, 11:48 WIB
Ilustrasi kedinginan. Ilustrasi kedinginan.

KOMPAS.com – Suhu dingin di Bandung tahun ini menuai banyak keluhan dari masyarakat yang menganggapnya ekstrem.

Namun, menurut Agie Wandala Putra, Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG kepada Kompas.com, Rabu (17/7/2019), suhu tahun ini sebetulnya masih tergolong wajar untuk musim kemarau. Per Senin (16/7/2019), suhu terendah Bandung untuk tahun ini tercatat 17 derajat celcius.

Pendapat Agie didukung oleh paparan Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, kepada Kompas.com pada Kamis (18/7/2019).

Dia mengungkapkan bahwa Bandung pernah mengalami suhu yang lebih rendah, yakni pada Agustus 1987. Pada masa tersebut, suhu Bandung bahkan mencapai 11,2 derajat celcius.

Baca juga: Kemarau Kok Suhu Dingin? BMKG Ungkap Penyebabnya Dry Intrution

“Jadi kalau dibandingkan dengan yang kemarin, masih ada yang lebih dingin sebelumnya, yaitu tahun 1987 sekitar bulan Agustus,” ujarnya.

Penyebab suhu dingin pada 1987 pun sama dengan tahun ini karena fenomenanya memang terjadi setiap tahun.

Indra menjelaskan bahwa setiap musim kemarau, suhu udara memang normalnya akan menjadi rendah. Sebab, tidak ada awan di langit untuk memerangkap panas, sehingga pemanasan pada siang hari hampir lepas semuanya ke atmosfer.

“Berbeda dengan musim hujan. Kalau musim hujan kan banyak awan. Awan itu menghalangi panas, sehingga suhu suatu daerah itu masih bertahan hangatnya,” imbuhnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, ada potensi bagi suhu di Bandung untuk menjadi semakin dingin. Pasalnya, puncak musim kemarau untuk Jawa Barat masih bulan Agustus dan baru berakhir pada bulan September.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X