Kompas.com - 15/07/2019, 18:08 WIB
Ilustrasi telur Professor25Ilustrasi telur

Karbon dapat berikatan dengan hidrogen maksimal dua atom hidrogen per atom karbon. Namun pada lemak tidak jenuh, ada karbon yang berikatan hanya dengan satu hidrogen saja. Ini menyebabkan perubahan struktur asam lemak jenuh dan terbentuknya ikatan ganda diantara karbon tersebut.

Pada lemak trans, hidrogen yang berikatan dengan karbon berikatan ganda ini mengalami perubahan konfigurasi sehingga letaknya berseberangan dan tidak sejajar.

Dikutip dalam situs resmi Harvard School of Public Health, setiap makanan mengandung campuran dari ketiga macam lemak di atas. Contoh makanan yang dominan lemak jenuh antara lain adalah minyak kelapa dan segala jenis makanan yang mengandung lemak hewani.

Baca juga: Perdebatan Usai, Ini Batas Konsumsi Telur yang Dianjurkan Pakar

Telur memang makanan yang bersumber dari hewani sehingga didominasi oleh lemak jenuh. Namun, ternyata dalam telur jenis tertentu juga terkandung salah satu lemak tidak jenuh yang disebut omega 3.

Omega 3 adalah lemak tidak jenuh yang terkandung dalam kuning telur dan hanya bisa diperoleh dari makanan karena tubuh manusia tidak dapat memproduksinya sendiri. Omega 3 ini sangat penting untuk pertumbuhan otak pada janin ketika di konsumsi oleh ibu hamil, juga kesehatan saraf dan otak bagi yang mengonsumsinya.

Namun, mitos tentang omega 3 dalam telur ini hendaknya disikapi secara bijak, karena hanya ayam yang diberi makan dengan diet tertentu yang akan menghasilkan telur beromega 3 dan pertimbangkan juga kadar kolesterol lain yang terkandung di dalamnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari Seuss-Baum tahun 2007, telur biasa mengandung 0,4 gram DHA (salah satu jenis omega 3) dan 210 miligram kolesterol dalam setiap telurnya. Sedangkan dalam telur beromega-3 terkandung 75-100 miligram DHA per telurnya.

Dengan kebutuhan yang direkomendasi para ahli, yaitu 1000 miligramm omega 3 per hari, hampir tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan omega 3 hanya dari telur dengan kadar kolesterol yang cukup tinggi per telurnya.

Kesimpulannya, konsumsilah makanan dengan bijaksana dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi masing-masing.

Individu dengan risiko atau memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah tentu saja memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan orang normal pada umumnya atau ibu hamil yang membutuhkan nutrisi lebih untuk perkembangan janin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.