Perlu Berapa Banyak Pohon agar Kita Selamat dari Perubahan Iklim?

Kompas.com - 11/07/2019, 19:07 WIB
Ilustrasi hutanShutterstock Ilustrasi hutan

KOMPAS.com – Perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata bagi semua manusia di Bumi. Suhu global diprediksi naik hingga 1,5 derajat celcius di atas suhu sebelum revolusi industri pada 2030.

Sebagai solusi, laporan terakhir dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB menyarankan untuk menanam 1 miliar hektar pohon. Pohon-pohon diharapkan dapat membatasi kenaikan suhu global pada 1,5 derajat celcius hingga 2050.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah di mana kita harus menanamnya dan apakah Bumi masih memiliki ruang untuk 1 miliar hektar pohon?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti dari ETH Zurich yang dipimpin oleh pakar ekologi Jean-Francois Bastin dan Tom Crowther menganalisis 80.000 foto satelit hutan di seluruh dunia. Mereka kemudian mengategorikan Bumi menjadi berbagai macam area berdasarkan 10 karakteristik tanah dan iklimnya.

Baca juga: Alasan Kita yang Tinggal di Kota Juga Harus Peduli Hutan

Luas area yang bisa ditanami pohon dikurangi lagi dengan area yang sudah ditumbuhi hutan, area yang digunakan sebagai lahan pertanian dan perkotaan.

Hasilnya, Bumi bisa dengan mudah menopang 0,9 miliar hektar hutan tambahan tanpa perlu menganggu aktivitas manusia saat ini.

Negara-negara yang paling cocok untuk ditanami pohon adalah Rusia (151 juta hektar), Amerika Serikat (103 juta hektar), Kanada (78,4 juta hektar), Australia (58 juta hektar), Brasil (49,7 juta hektar) dan China (40,2 hektar).

Menurut kalkulasi para peneliti, hutan seluas 0,9 miliar hektar yang sudah sepenuhnya tumbuh akan bisa menyimpan 205 miliar ton karbon. Jumlah ini setara dengan lima kali jumlah karbon yang dihasilkan secara global pada 2018 atau dua per tiga dari 300 miliar karbon yang telah kita lepaskan ke atmosfer rejak Revolusi Industri.

Baca juga: Memaknai Kelestarian Hutan dari Perspektif Berbagai Agama di Indonesia

Selain menyimpan karbon, hutan juga akan bisa meningkatkan biodiversitas, memperbaiki kualitas air dan mengurangi erosi.

Crowther mengatakan, kita semua tahu bahwa mengembalikan hutan bisa berperan dalam upaya kita melawan perubahan iklim, tetapi kita tidak tahu seberapa besar dampaknya.

“Studi kami dengan jelas menunjukkan bahwa restorasi hutan adalah solusi perubahan iklim terbaik saat ini. Namun kita harus bergerak dengan cepat karena hutan baru butuh waktu berdekade-dekade untuk tumbuh besar dan mencapai potensi mereka yang sebenarnya sebagai penyimpan karbon alami,” ujarnya.

Diwawancarai oleh Science, 4 Juli 2019; Crowther berkata bahwa biaya restorasi pohon bisa berbeda-beda. Namun bila setiap pohon membutuhkan biaya 0,30 dollar AS atau sekitar Rp 4.200, maka dibutuhkan sekitar 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.216 triliun untuk melakukannya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Benarkah Kecanduan Main 'Game' Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Benarkah Kecanduan Main "Game" Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Oh Begitu
Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Oh Begitu
Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Oh Begitu
Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Oh Begitu
Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Fenomena
Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Oh Begitu
Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Fenomena
Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Fenomena
5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

Fenomena
Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Kita
Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Oh Begitu
Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Fenomena
Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Oh Begitu
Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

JEO
Close Ads X