Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/07/2019, 17:02 WIB

KOMPAS.com - Bernyanyi adalah salah satu hal menyenangkan yang bisa membangkitkan semangat, tak peduli apakah suara kita merdu atau tidak. Selain membahagiakan, sejumlah studi mengungkap, bernyanyi memiliki segudang manfaat untuk kesehatan fisik.

Bernyanyi dapat memperbaiki pernapasan orang yang mengalami gangguan paru dan membantu penderita demensia mengatasi penyakitnya.

Dalam dua dekade terakhir sejumlah peneliti telah berusaha menjabarkan mekanisme kejiwaan, fisik dan tingkah laku yang mengaitkan bernyanyi dengan kesehatan.

Profesor Daisy Fancourt, dari University College London mengatakan, sejumlah perubahan terjadi di tubuh saat menyanyi.

"Kegiatan ini di antaranya dapat mengurangi hormon stres seperti cortisol. Kami juga melihat perbedaan tingkat endorphin yang terkait dengan perasaan kita," ujar Fancourt.

Baca juga: Bernyanyi Redakan Penyakit Paru Kronik

Fancourt telah melakukan penelitian ekstensif terkait manfaat bernyanyi untuk kesehatan.

"Bernyanyi adalah kegiatan sehat yang melibatkan berbagai hal. Terdapat banyak komponen di dalamnya. Bernyanyi melibatkan ekspresi perasaan, yang kita ketahui baik bagi kesehatan jiwa. Ini juga memberikan interaksi sosial yang dapat membantu mengurangi perasaan terasing," papar dia.

Selain itu, mendengarkan musik juga memberi manfaat untuk kesehatan, salah satunya mengurangi stres.

Makalah tahun 2011 yang diterbitkan Canterbury Christ Church University, Inggris, menyebutkan, bernyanyi berkelompok dapat memiliki keuntungan substansial dalam membantu penyembuhan orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa serius dan menahun.

Berikut adalah manfaat lain dari bernyanyi:

1. Mengatasi masalah demensia

Musik, dan terutama bernyanyi, digunakan sebagai terapi untuk membantu mengatasi demensia.

"Ketika kita bernyanyi, ada bagian dari otak yang lebih dialiri darah - daerah precortical - ini adalah bagian yang biasanya tersisa pada penderita demensia sementara hal lain telah hilang. Ini adalah bagian yang mengurusi perasaan," kata Dr Simon Opher.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+