Bernyanyi Redakan Penyakit Paru Kronik

Kompas.com - 02/12/2016, 15:42 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selain membuat hati gembira, bernyanyi ternyata juga membantu mengatasi masalah kesehatan paru-paru. Mereka yang memiliki masalah paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau bronkitis dan emfisema telah dianjurkan oleh dokter maupun ahli fisioterapi untuk bergabung dengan paduan suara atau kelompok bernyanyi.

PPOK bisa menurunkan fungsi paru jika tidak diatasi dengan baik. Orang dengan penyakit ini biasanya mengalami batuk yang tak kunjung sembuh karena aliran udara dari paru-paru terhambat. Selain itu, penderita PPOK juga sering mengalami sesak napas.

Dengan bernyanyi akan membantu melegakan aliran udara dari paru-paru. Namun, bernyanyi yang dimaksud bukan sekadar mengeluarkan suara, tapi dengan teknik pernapasan.

Latihan vokal tersebut bisa dilakukan sambil mengatur sistem pernapasan. Jadi, bukan asal bernyanyi dengan suara keras atau teriak-teriak yang justru bisa melelahkan pernapasan.

Menurut British Lung Foundation, bernyanyi dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, mengontrol pernapasan, dan memperkuat otot-otot sistem pernapasan.

Dr Nicholas Hopkinson dari Imperial College London mengungkapkan, dalam penelitian terhadap 400 orang, mereka yang rutin latihan bernyanyi memiliki kondisi paru-paru lebih baik.

Tak hanya kesehatan paru-paru, menurut Nicholas, bernyanyi sekaligus untuk mengurangi stres pada penderita penyakit paru. Bergabung dengan kelompok bernyanyi membuat mereka bersosialisasi dan meningkatkan kepercayaan diri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X