Mengenal Konsep Penuaan yang Berkualitas dan Cara Mencapainya

Kompas.com - 09/07/2019, 19:07 WIB
Ilustrasi lansiaDragonImages Ilustrasi lansia

KOMPAS.com – Penuaan adalah sesuatu yang pasti dialami oleh semua orang di dunia. Namun, bagaimana kita menua tidak selalu sama dengan orang lain.

Dalam konferensi pers peluncuran Paviliun Bonaventura oleh RS Atma Jaya di RS Atma Jaya, Jakarta, Selasa (9/7/2019); Dr Rensa, Sp.PD-K.Ger, spesialis geriatri di RS Atma Jaya menjelaskan konsep penuaan yang berkualitas.

Dalam konsep ini, ada tiga komponen penting, yaitu terbebas dari penyakit atau kecacatan, memiliki fungsi kognitif dan fisik yang baik dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara bermakna.

“Jadi, kalau bisa (saat tua) enggak ada penyakit. Kalau ada penyakit, tidak ada disabilitas dan fungsinya masih baik,” ujarnya.

Rensa berkata bahwa penuaan yang berkualitas harus dijadikan target oleh semua orang.

Baca juga: Hanya 13,2 Persen Lansia di Indonesia yang Sehat

Sayangnya, potret lansia di Indonesia saat ini masih belum sesuai dengan konsep penuaan yang berkualitas.

Data dari Statistik Penduduk Lanjut Usia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa angka kesakitan lansia masih pada 26,72 persen atau terdapat sekitar 27 lansia yang sakit setiap 100 lansia.

“Sebesar 7,68 persen lansia pernah rawat inap dalam setahun terakhir. (Lalu), presentase lansia yang sakit lebih dari tiga minggu cukup besar, yakni sekitar 14 persen,” ujar Rensa.

Menurut catatan rawat inap RS Atma Jaya selama setahun terakhir, penyakit yang sering kali dialami lansia meliputi hipertensi, diabetes melitus (DM), tuberkulosis, pneumonia dan penyakit jantung koroner.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X