Kompas.com - 08/07/2019, 13:03 WIB
Ilustrasi media sosial shutterstockIlustrasi media sosial

KOMPAS.com - Setiap orang pasti pernah membandingkan diri dengan orang lain. Bahkan sebenarnya bibit budaya perbandingan ini sudah tumbuh sejak kecil dalam lingkup keluarga.

Beberapa orangtua mungkin tak sadar membandingkan anaknya dengan orang lain.

Seiring berjalannya waktu, rasa iri dan ketidakmampuan untuk mengendalikan diri membuat kebiasaan buruk ini terus tumbuh dan berkembang.

Ya, membandingkan diri sendiri dengan orang lain memang tidak pernah ada habisnya. Terlebih lagi saat media sosial kini memudahkan kita mengakses berbagai informasi seputar orang-orang yang dikenal hingga yang tidak dikenal sama sekali.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Media Sosial, Kenapa Bikin Panik saat Diblokir?

Istilah rumput tetangga selalu lebih hijau memang paling pas untuk menggambarkan kondisi ini.

Lantas, mengapa kita selalu memiliki keinginan untuk membandingkan diri dengan orang lain? Bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan buruk yang satu ini?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wanita lebih sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial

Di Internet, papan reklame, di majalah, di televisi, hingga di toko kelontong banyak gambar iklan yang memajang model-model rupawan dengan fisik yang sempurna. Tak jarang hal ini membuat banyak orang, khususnya wanita, tidak percaya diri dan merasa rendah diri.

Bagi wanita, paparan gambar-gambar yang memperlihatkan kemolekan wajah para model secara tidak langsung dapat memicu rasa minder, depresi, kecemasan, hingga perubahan perilaku yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya.

Meski kebanyakan wanita tahu bahwa standar kecantikan para model yang ada di berbagai media tidak realitis, hal tersebut tak menghentikan mereka untuk terus membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.

Sebuah penelitian baru oleh para peneliti dari University of Syndey, Macquarie University, dan UNSW Austria menemukan bahwa terlepas dari berapa banyak waktu yang dihabiskan wanita untuk menonton TV, video musik, dan menggunakan Internet, mereka akan lebih sering membandingkan penampilan mereka dengan foto yang ada di majalah atau media sosial.

Bahkan, media sosial sering dijadikan ajang perbandingan diri, terutama oleh mereka para wanita muda.

Lantas, apa penyebabnya?

Sebenarnya, alasan paling sederhana mengapa kita sering membandingkan diri dengan orang lain adalah karena kita mencari kepastian bahwa diri kita lebih baik dibanding orang lain.

Mencari pengakuan atas kemampuan diri sendiri inilah yang membuat Anda terus membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, perasaan yang tidak pernah cukup atas apa yang sudah diraih dan dicapai selama ini membuat banyak orang sering membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.

Baca juga: Studi: Perilaku Pecandu Media Sosial Mirip Kecanduan Narkoba

Dalam istilah psikologi, kondisi ini disebut sebagai social comparison atau perbandingan sosial.

Perbandingan sosial adalah kecenderungan seseorang untuk merasakan hal baik dan buruk dalam dirinya berdasarkan perbandingan dirinya sendiri dengan orang lain.

Sayangnya, tidak semua orang dapat menghadapinya dengan bijak. Alih-alih mendapatkan alasan untuk berbenah diri, hal ini justru membuat banyak orang jadi tertekan dan frustrasi.

Pasalnya kebanyakan orang hanya terus membandingkan dirinya dengan orang lain tanpa mau berusaha dan introspeksi diri. Nah, inilah yang membuat orang akhirnya terjebak.

Berhenti membandingkan diri dengan orang lain!

Anda memang membutuhkan seorang yang menginspirasi dan memacu untuk melakukan segala hal lebih baik lagi.

Namun, apabila “mengintip” kehidupan orang lain justru malah membuat Anda iri, frustasi, atau bahkan merasa tidak cukup baik, ini adalah tanda Anda harus berhenti membandingkan diri.

Cobalah lihat kembali diri Anda dan kenali kebenaran yang sebenarnya. Daripada Anda fokus memikirkan kelebihan orang lain, Anda lebih baik memperbaiki diri Anda lebih dalam lagi.

Dengan begitu, Anda akan lebih menghargai dan mensyukuri apa yang sekarang dimiliki.

Bila hal tersebut masih sangat sulit dilakukan, pertimbangkan untuk mengurangi kebiasaan main media sosial. Caranya yaitu dengan menjadwalkan waktu khusus dalam hari Anda untuk mengecek media sosial.

Misalnya setelah Anda pulang beraktivitas yaitu pada pukul 6 sore. Di luar jam itu, jangan membuka media sosial Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.