Para Ahli Kenang Sutopo: Teman Diskusi Hingga Inspirasi Perkuliahan

Kompas.com - 07/07/2019, 18:33 WIB
Daryono berfoto bersama dengan Sutopo Purwo Nugroho Instagram/@daryonobmkgDaryono berfoto bersama dengan Sutopo Purwo Nugroho

Irwan juga menuturkan bagaimana interaksinya dengan Sutopo hingga inspirasi yang diberikannya.

"Saya secara pribadi sudah mengenal beliau (Sutopo) sebelum beliau masuk ke BNPB. Sejak tahun 2009, ketika beliau masih di BPPT, kami sudah berinteraksi terkait beberapa studi kebencanaan," kenang Irwan.

"Kemudian bertemu lebih intens ketika tahun 2011, mungkin beliau sudah di BNPB. Beliau memberikan support, waktu itu kami hendak membuat program pascasarjana kebencanaan di ITB," sambungnya.

Tak sekadar support, menurut Irwan, Sutopo juga membantu komunikasi kebencanaan dari peneliti kepada masyarakat.

"Sejak itu kami banyak terlibat bersama karena Pak Sutopo adalah sosok yang banyak membantu kami, sebagai peneliti, untuk menterjemahkan informasi riset yang kami dapatkan ke masyarakat dan media," papar Irwan.

"Jadi, sebagai peneliti beliau paham betul bahasa penelitian di ITB dan juga beliau memiliki kemampuan yang tidak kami punya, yaitu diseminasi informasi kebencanaan," tambahnya.

Baca juga: Sutopo BNPB Bicara Kanker, Istri Indro Warkop, Kematian, hingga Raisa

Hal inilah yang membuat Irwan merasa kehilangan sosok Sutopo.

"Kehilangan seseorang yang kemudian mengerti apa yang kami kerjakan dan kemudian menyampaikan dengan jauh lebih baik kepada masyarakat, komunitas, media, dan pengambil kebijakan yang lain," kata Irwan.

"Nah ini yang sebetulnya kita sangat kehilangan beliau," imbuhnya.

Kemampuan Sutopo ini kemudian menginspirasi ITB untuk membuat mata kuliah khusus di program studi tersebut.

"Tadi saya cerita bahwa kita menginisiasi prodi bencana. Sekarang prodi itu sudah jadi opsi tentang kebencanaan. Dan ada salah satu topik kebencanaan (perkuliahan) itu kami menyebutnya diseminasi informasi bencana," kata Irwan.

"Itu (diseminasi informasi bencana) sebenarnya terinspirasi kemampuan beliau. Kami merasakan bidang itu perlu ada, memang kita perlu orang yang memahami komunikasi bencana tidak hanya dalam konteks riset," tambahnya.

Irwan menegaskan, hasil riset kebencanaan tidak akan banyak berarti jika tidak ada orang seperti Sutopo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X