Peneliti Harvard: Kehidupan Bisa Tercipta karena Ada Lubang Hitam

Kompas.com - 06/07/2019, 15:15 WIB
Foto pertama lubang hitam yang didapatkan lewat observasi dengan Event Horizon Telescope (EHT)EHT Foto pertama lubang hitam yang didapatkan lewat observasi dengan Event Horizon Telescope (EHT)

KOMPAS.com - Selama puluhan tahun, peneliti mengukur suhu serta iklim planet-planet untuk mengetahui apakah air dan kehidupan bisa tercipta dengan suhu yang tepat.

Namun sekelompok peneliti dari Universitas Harvard menjelaskan, ada parameter lain yang bisa diamati dalam misi pencarian kehidupan di luar bumi. Alih-alih mengamati planet yang memutari matahari atau bintang, lubang hitam boleh jadi sumber kehidupan yang baru.

"Kebanyakan orang membicarakan efek buruk dari lubang hitam. Kami ingin memeriksa kembali seberapa berbahaya radiasi dari lubang hitam, dan mempertanyakan apakah ada dampak positifnya," kata peneliti Harvard Manasvi Lingam seperti dilansir dari Futurism, 19 Juni 2019 lalu.

Baca juga: Setelah 2,5 Abad, Gambar Lubang Hitam Pertama Terungkap. Ini Fotonya...

Studi yang dipublikasikan di Astrophysical Journal itu membuat modelling active galactic nucleus (AGN) menggunakan komputer.

AGN adalah kumpulan gas dan debu yang mengeliling lubang hitam. Kumpulan gas dan debu yang berbentuk cakram ini memancarkan radiasi dan sinar yang kuat. Banyak peneliti menduga radiasi ini akan menghancurkan atmosfer planet yang mendekatinya, meninggalkan "zona mati" di sekitar lubang hitam.

Namun dari hasil modelling AGN, peneliti menemukan, radiasi lubang hitam tak akan merusak atmosfer planet. Radiasi dari AGN hanya akan memecah molekul-molekul atmosfer menjadi cikal bakal kehidupan. Sementara sinar dari AGN, bisa membantu fotosintesis

Baca juga: Di Black Hole Kan Gelap, Kok Bisa Dapat Foto Lubang Hitam Tanpa Cahaya?

Para peneliti juga menguji klaim buruk soal radiasi AGN. Sebelumnya, ada penelitian yang menyatakan lubang hitam raksasa di Galaksi Bimasakti akan menghancurkan atmosfer planet mana pun yang berjarak 3.200 tahun cahaya. Namun menurut para peneliti Harvard, dampak kerusakan dari lubang hitam yang bernama Sagittarius A itu akan habis pada jarak 100 tahun cahaya.

"Itu menunjukkan, mungkin dampak positif (lubang hitam) bisa lebih diangkat dibanding dampak negatifnya," ujar Lingam.

Baca juga: Bagaimana Nasib Manusia jika Lubang Hitam Sedekat Bulan?

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Benarkah Kecanduan Main 'Game' Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Benarkah Kecanduan Main "Game" Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Oh Begitu
Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Oh Begitu
Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Oh Begitu
Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Oh Begitu
Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Fenomena
Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Oh Begitu
Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Fenomena
Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Fenomena
5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

Fenomena
Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Kita
Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Oh Begitu
Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Fenomena
Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Oh Begitu
Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

JEO
Close Ads X