Pernikahan Sedarah, dari Tabu hingga Catatan Sejarah Anak yang Jadi Korban

Kompas.com - 06/07/2019, 08:58 WIB
Ilustrasi pernikahan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pernikahan.

Di saat bersamaan, orang yang tinggal terpisah akan merasa terasing.

Dari situ, muncul daya tarik dan rasa rindu. Ketika rasa ini dikombinasikan dengan daya tarik kesamaan genetik, muncullah hal yang sangat kuat, kompleks, dan begitu menggoda.

Tabu Inses

Kasus inses atau hubungan sedarah memang dapat terjadi, namun sebenarnya manusia mempunyai mekanisme sosial dan psikologis mencegah perilaku menyimpang ini.

Mekanisme anti inces biasanya muncul dalam bentuk rasa jijik.

Selain itu, orang yang terbiasa bersama dalam jangka waktu lama akan muncul rasa biasa antara satu sama lain atau gairah seksual akan mati.

Baca juga: Pernikahan Sedarah di Bulukumba, Kenapa Kita Merasa Tabu?

Dari sisi kesehatan, pernikahan sedarah akan menimbulkan berbagai permasalahan genetik.

Korban dari masalah genetik ini akan muncul pada anak yang dilahirkan dari hasil hubungan sedarah.

Apa yang terjadi?

Dua organisme yang mempunyai hubungan darah dan melakukan perkawinan akan meningkatkan homozigositas.

Keturunan yang dihasilkan mempunyai peluang lebih besar menerima alel atau gen kromosom identik dari ayah dan ibu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.