Salin Artikel

Pernikahan Sedarah, dari Tabu hingga Catatan Sejarah Anak yang Jadi Korban

Menjalin hubungan hingga menikah, biasanya didasari rasa suka dan ketertarikan satu sama lain.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik munculnya rasa cinta terhadap saudara sedarah atau keluarga dekat?

Rasa tertarik kepada saudara kandung atau keluarga dekat mempunyai istilah Genetic Sexual Attraction (GSA).

GSA merupakan ketertarikan seksual yang dirasakan ketika pertama kali berjumpa dengan kerabat biologis sebagai orang dewasa.

Seseorang yang mengalami GSA biasanya tak berdaya terhadap perasaannya sendiri.

Dilansir dari Telegraph, sejumlah peneliti memiliki hipotesis jika perlindungan saat masa tumbuh kembang dapat melawan GSA.

Peneliti tersebut tak memungkiri jika keluarga yang masih mempunyai hubungan darah hidup berdekatan, memungkinkan menurunkan ketertarikan seksual ini.

Data Post-Adoption Centre dan University College London menunjukkan, 50 persen kasus GSA terjadi saat dua orang terpisah dan kembali bertemu ketika dewasa.

Dikutip dari Mirror.co.uk, psikolog Corrinne Sweet menyebutkan, pada tingkat genetik, seseorang dikondisikan menemukan orang lain yang terlihat sama menariknya dengan diri orang tersebut.

Di saat bersamaan, orang yang tinggal terpisah akan merasa terasing.

Dari situ, muncul daya tarik dan rasa rindu. Ketika rasa ini dikombinasikan dengan daya tarik kesamaan genetik, muncullah hal yang sangat kuat, kompleks, dan begitu menggoda.

Tabu Inses

Kasus inses atau hubungan sedarah memang dapat terjadi, namun sebenarnya manusia mempunyai mekanisme sosial dan psikologis mencegah perilaku menyimpang ini.

Mekanisme anti inces biasanya muncul dalam bentuk rasa jijik.

Selain itu, orang yang terbiasa bersama dalam jangka waktu lama akan muncul rasa biasa antara satu sama lain atau gairah seksual akan mati.

Dari sisi kesehatan, pernikahan sedarah akan menimbulkan berbagai permasalahan genetik.

Korban dari masalah genetik ini akan muncul pada anak yang dilahirkan dari hasil hubungan sedarah.

Apa yang terjadi?

Dua organisme yang mempunyai hubungan darah dan melakukan perkawinan akan meningkatkan homozigositas.

Keturunan yang dihasilkan mempunyai peluang lebih besar menerima alel atau gen kromosom identik dari ayah dan ibu.

Sehingga, keragaman genetik yang membantu organisme untuk bertahan dari perubahan lingkungan dan beradaptasi akan berkurang.

Hal ini berakibat pada penurunan kebugaran biologis, seperti gangguan resesif autoimun.

Selain itu, akan terjadi kelainan fisik bawaan, gangguan mental, hingga kecacatan yang parah juga berisiko terjadi pada anak hasil hubungan sedarah.

Berikut beberapa contoh kelainan akibat inces yang pernah terjadi:

1. Rahang bawah yang panjang dan menonjol dengan bentuk gigi cakil.
2. Tengkorak tidak terbentuk.
3. Mulut sumbing.
4. Skoliosis
5. Hemofilia
6. Clubfoot atau cacat pada kaki yang tampak bengkok
7. Anggota tumbuh menyatu
8. Mikrosefali
9. Kekerdilan
10. Berkurangnya tingkat kesuburan
11. Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular

https://sains.kompas.com/read/2019/07/06/085801723/pernikahan-sedarah-dari-tabu-hingga-catatan-sejarah-anak-yang-jadi-korban

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.