Kompas.com - 04/07/2019, 18:35 WIB
Ilustrasi serangan jantung stevanovicigorIlustrasi serangan jantung

KOMPAS.com - Seorang pengemudi ojek online bernama Sudadi ditemukan meninggal setelah tiga hari di ruang tamu rumahnya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sudadi diketahui tak memiliki riwayat penyakit apapun, ia hanya mengeluh sempat merasa masuk angin.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Dian Zamroni, Sp.JP(K) berkata bahwa masuk angin yang berujung pada kematian sering kali adalah gejala serangan jantung.

"Namanya angin duduk. Angin duduk ini bentuk serangan jantung. Yang duduk kemudian seperti orang masuk angin," kata Dian ditemui di RSUI, Depok, Kamis (4/7/2019).

Menurut Dian, penderita biasanya hanya merasa nyeri pada ulu hati. Jika hal itu terjadi, penderita harusnya memperlakukan itu seperti serangan jantung.

Baca juga: Merevolusi Penanganan Serangan Jantung, Prof Harry Suryapranata Dapat Penghargaan dari Belanda

"Itu yang susah kita bedakan. Yang paling simple (sederhana) adalah pastikan itu serangan jantung. Kemungkinan terburuk dulu, sampai dinyatakan aman, baru tidak apa-apa," ujar Dian.

Ketika mengalami gejala masuk angin, penderita harus segera memeriksakan diri di rumah sakit terdekat. Disarankan, memeriksa kondisi jantung dengan EKG atau elektrokardiogram. Selain itu, bisa memeriksakan enzim jantung.

"Kalau serangan jantung akan berbeda gambaran EKG-nya. Kemudian cek enzim, itu satu, dua jam jadi. Kalau enzim naik, itu serangan jantung, bukan masuk angin biasa," kata dia.

Dian tidak menyarankan gejala masuk angin disembuhkan dengan kerokan. Pasalnya, kerokan tidak bisa mengobati serangan jantung. Kerokan justru akan membuat penderita lupa menangani potensi serangan jantung.

"Mungkin memberi rasa nyaman. Karena dengan kerokan, pembuluh darah sedikit melebar, ada endorfin beredar. Seolah-olah kesannya sudah enakan," ujar Dian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
Gurita Paling Langka Ini Menampakkan Diri di Great Barrier Reef

Gurita Paling Langka Ini Menampakkan Diri di Great Barrier Reef

Fenomena
Update Vaksin Booster, Regimen Tambahan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Disetujui BPOM

Update Vaksin Booster, Regimen Tambahan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Disetujui BPOM

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.