Studi Buktikan Pernikahan Sedarah Punya Risiko Genetik Besar

Kompas.com - 03/07/2019, 16:31 WIB
Ilustrasi pernikahan sedarah Shutterstock.comIlustrasi pernikahan sedarah

KOMPAS.com - Pernikahan sedarah di Bulukumba, Sulawesi Selatan menyita perhatian publik. Dalam kacamata budaya Indonesia, pernikahan antara saudara kandung semacam ini dianggap tabu dan menyimpang.

Bukan hanya itu, pernikahan antar-saudara kandung juga berpotensi menimbulkan banyak masalah genetik.

Masalah genetik ini memang tidak serta merta dirasakan oleh orang yang menikah. Tapi, "korban" genetik dari pernikahan sedarah ini adalah anak yang dilahirkan dari hubungan tersebut.

Sebagai informasi, ketika dua organisme yang memiliki hubungan darah melakukan perkawinan, tingkat homozigositas yang terjadi lebih tinggi.

Baca juga: Kemungkinan Obesitas Bisa Diprediksi Sejak Bayi dengan “Skor Genetik”

Maksudnya, keturunan yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk menerima alel (gen pada kromosom) identik dari ayah dan ibu mereka.

Hal ini membuat terjadinya pengurangan keragaman genetik. Padahal, keragaman genetik ini membantu organisme (dalam kasus ini manusia) untuk bertahan dari perubahan lingkungan dan beradaptasi.

Akibatnya, orang mungkin menderita penurunan kebugaran biologis. Misalnya saja, anak mengembangkan gangguan resesif autoimun.

Risiko penurunan kesehatan ini makin besar ketika dua gen yang membawa potensi bahaya bertemu.

Kita semua merupakan pembawa gen-gen yang berpotensi berbahaya. Meski begitu, alel resesif jarang terjadi karena mitra produksi acak belum tentu memiliki alel yang sama.

Namun lain halnya ketika terjadi perkawinan sedarah. Pertemuan alel yang sama meningkat, sehingga potensi akibatnya pun lebih besar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X