Kemungkinan Obesitas Bisa Diprediksi Sejak Bayi dengan “Skor Genetik”

Kompas.com - 30/04/2019, 19:06 WIB

KOMPAS.com – Pernahkah Anda merasa iri dengan teman yang tampaknya makan jauh lebih banyak daripada Anda, tetapi tetap langsing? Meskipun berat badan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola makan dan olahraga, genetik tetap berpengaruh.

Studi bahkan menunjukkan bahwa ada gen-gen tertentu yang mungkin dapat dikaitkan dengan berat badan yang berlebih.

Terbaru, para peneliti dari Massachusetts General Hospital dan Broad Institute mengembangkan sebuah sistem skor berdasarkan variasi genetik yang diklaim dapat memperdiksi kemungkinan seseorang menjadi obesitas.

Mereka pun merekomendasikan agar anak-anak diperiksakan skor genetiknya sedini mungkin, meskipun para peneliti juga mengakui bahwa sistem ini hanya bisa memprediksikan kisaran berat badan dan kisarannya sangat lebar.

Baca juga: Anti-Obesitas Hingga Anti-Kanker, Ini Segudang Manfaat Makanan Pedas

Dipublikasikan dalam jurnal Cell, para peneliti mengembangkan skor genetik dengan memeriksa lebih dari dua juta varian gen pada 300.000 orang. Partisipan studi beragam secara usia, mulai dari bayi baru lahir hingga orang dewasa paruh baya.

Para peneliti kemudian menggunakan alogaritma komputer untuk menganalisis dan merumuskan skor risiko obesitas “poligenik” yang dapat memprediksikan Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. Skor risiko ini kemudian dibandingkan dengan IMT 300.000 partisipan untuk melihat akurasinya.

Hasilnya, 83 persen dari orang dewasa dengan skor risiko tertinggi ditemukan memang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun, 17 persen ditemukan memiliki IMT normal dan 0,2 persen malah di bawah IMT yang seharusnya.

Lebih lanjut, orang dewasa dengan skor risiko tertinggi ditemukan rata-rata lebih berat 13 kilogram dibandingkan orang-orang dengan skor risiko terendah. Mereka juga 25 kali lipat lebih mungkin untuk menjadi obesitas dan mengalami kelebihan berat badan sebanyak 45 kilogram atau lebih.

Baca juga: Obesitas Anak Tidak Tiba-tiba, Gunakan Anjuran 5210 untuk Mencegahnya

Pada anak-anak, mereka yang memiliki skor risiko tertinggi dan terendah sudah mulai menunjukkan perbedaan berat badannya sejak usia tiga tahun. Ketika menginjak usia 18 tahun, mereka yang memiliki skor risiko tertinggi ditemukan lebih berat 12 kilogram dibandingkan dengan mereka dengan skor risiko terendah.

Menanggapi temuan ini, para peneliti merasa bahwa skor genetik dapat membantu orangtua dan pakar kesehatan untuk mencegah obesitas sejak usia kanak-kanak.

Akan tetapi, para peneliti lain yang tidak terlibat dalam studi malah merasa khawatir. Cecile Janssens, seorang epidemiolog dari Emory University, berkata kepada Science, Kamis (18/4/2019) bahwa seseorang yang mendapatkan skor genetik tinggi mungkin akan kehilangan motivasi untuk mengubah gaya hidupnya karena menganggap kondisinya sebagai takdir.

Daripada cuma mengandalkan data genetik, epidemiolog di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York, Ruth Loos berpendapat skor yang memprediksikan kemungkinan obesitas seseorang juga harus mempertimbangkan faktor lain, seperti riwayat keluarga dan lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Science
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Cerita di Balik Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Hari Kemerdekaan Ke-77 RI, Sejarah Teks Proklamasi yang Dibacakan Soekarno

Oh Begitu
Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Lomba 17 Agustus Sering Bikin Cedera, Ini Pesan Dokter untuk Menghindari Cedera

Oh Begitu
Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Bunga Bangkai Mekar di Bekasi Sejenis Suweg, Tanaman Apa Itu?

Oh Begitu
Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Lapisan Es Antartika Meleleh Lebih Cepat, Begini Penampakannya

Fenomena
Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Bagaimana Dinosaurus Mampu Menopang Tubuh Raksasanya?

Fenomena
Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Apakah Gigitan Lintah Berbahaya?

Kita
Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Perubahan Iklim Perburuk Penyebaran Penyakit Menular pada Manusia

Oh Begitu
Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Vaksin Baru Covid-19 Diklaim Bisa Lawan Dua Varian Virus Corona, Disetujui di Inggris

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

[POPULER SAINS] Belalang Bisa Mencium Sel Kanker Manusia | Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur | Ancaman Jakarta Tenggelam

Oh Begitu
Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Setelah Peristiwa Jatuhnya Roket China di Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Cara Mencegah Tomcat Masuk Rumah Menurut Pakar

Oh Begitu
Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Status Konservasi Monyet Ekor Panjang Terancam Berbahaya Risiko Kepunahan

Oh Begitu
Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Ikan Channa Maru, Ikan Gabus Predator Primitif Bercorak Indah

Fenomena
Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Berencana Bikin Bangunan di Luar Angkasa, Ahli Kembangkan Semen Khusus

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.