Misteri Tubuh Manusia: Alasan Vagina Punya Bau Khas, Termasuk Amis

Kompas.com - 30/06/2019, 20:31 WIB
Ilustrasi vagina ECOSY/ShutterstockIlustrasi vagina

KOMPAS.com - Bila Anda mengikuti tayangan hiburan, saat ini banyak bahasan tentang bau amis vagina perempuan.

Terlepas dari topik tersebut, vagina perempuan memang seharusnya memiliki sedikit bau.

"Sama halnya dengan usus, vagina memiliki microbiome yang terdiri dari berbagai bakteri. Banyak di antaranya adalah bakteri baik," ujar Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor kebidanan klinis dan ginekologi dari Yale University School of Medicine di New Haven, Connecticut, melansir Women's Health.

Dengan kata lain, vagina merupakan rumah bagi miliaran bakteri. Dan susunan bakteri ini berubah setiap hari, terkadang setiap jam. Nah, bakteri inilah yang memberi aroma khas pada vagina perempuan.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Penis Ereksi di Pagi Hari?

Perlu dicatat dan dimengerti, perubahan susunan bakteri pada vagina adalah hal normal. Sementara itu, perbedaan bau khas pada vagina umumnya merupakan hasil dari siklus menstruasi, kebersihan daerah intim, keringat, dan petunjuk adanya masalah.

PH pada vagina adalah faktor penting terkait aroma sedikit asam dan terkadang agak pengap tersebut.

Perempuan pun diwajibkan untuk mengenali aroma vaginanya. Pasalnya, bila dirasakan aroma sangat kuat yang mencurigakan, ini bisa menjadi petunjuk adanya masalah.

Melansir Mayo Clinic, bau vagina abnormal umumnya muncul karena infeksi atau masalah lain. Hal ini biasanya disertai gejala lain seperti gatal, rasa terbakar, iritasi dan keputihan.

Minkin yang sudah lebih dari 30 tahun berurusan dengan kesehatan wanita menjelaskan secara spesifik tentang aneka bau vagina dan penyebabnya:

1. Bau asam

Sangat umum bagi vagina memiliki aroma sedikit asam. Beberapa orang menyamakan bau ini mirip dengan aroma makanan fermentasi, misalnya yogurt.

Menurut Minkin, beberapa makanan fermentasi seperti yogurt hingga bir mengandung jenis bakteri baik yang mendominasi vagina sehat, yakni Lactobacilli.

PH Vagina sehat sedikit asam, antara 3,8 sampai 4,5.

"Bakteri Lactobacilli menjaga vagina tetap asam dan ini berguna untuk melindungi vagina dari jenis bakteri jahat," ungkap Minkin.

2. Bau mirip tembaga

Banyak perempuan mengaku aroma vaginanya mirip seperti bau tembaga pada logam.

Jika Anda mengalaminya, jangan khawatir. Hal ini tidak menandakan masalah serius.

Alasan vagina berbau logam karena darah mengandung zat besi yang baunya mirip logam. Hal ini umumnya dialami ketika sedang menstruasi atau setelah berhubungan badan.

Selama menstruasi, darah dan jaringan tertentu gugur dari lapisan rahim dan keluar melalui saluran vagina.

Sementara itu, hal ini juga bisa dialami setelah berhubungan badan. Pendarahan ringan setelah berhubungan seks bisa menjadi hal lumrah. Ini biasanya disebabkan oleh vagina kering sehingga menyebabkan luka kecil atau goresan pada vagina.

Minkin mengatakan, aroma logam pada vagina akan hilang saat menstruasi berakhir.

3. Aroma manis seperti tebu

Manis di sini adalah aroma kuat, tapi tidak amis. Aroma seperti ini tidak perlu dikhawatirkan.

Aroma manis disebabkan oleh bakteri. PH vagina merupakan ekosistem bakteri yang selalu berubah, salah satunya membuat bau manis.

4. Bau kimia mirip cairan pemutih

Bau mirip cairan pemutih atau amonia adalah tanda untuk pergi ke dokter.

Vagina berbau kimia bisa disebabkan oleh air seni. Urine mengandung produk samping dari amonia yang disebut urea. Penumpukan urine di pakaian dalam atau sekitar vulva bisa memunculkan aroma kimia. Dan perlu diingat, urine berbau amonia adalah tanda dehidrasi.

Bacterial vaginosis (BV) juga bisa memicu bau ini. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ketika pertumbuhan BV melebihi normal, maka akan memicu infeksi yang paling umum menyebabkan bau vagina.

Gejala ini meliputi bau busuk dan amis, cairan berwarna abu-abu tipis, putih, atau hijau, rasa gatal, dan rasa terbakar saat buang air kecil.

5. Vagina mirip bau badan

Terkadang vagina memiliki aroma mirip bau badan. Tak lain ini karena ada kelenjar keringat di sana.

Ketika perempuan sedang mengalami stres emosional, bau ini akan muncul.

Seperti diketahui, tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat, apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat untuk mendinginkan tubu dan kelenjar apokrin untuk merespons emosi. Kelenjar aprokin ada di ketiak dan pangkal paha manusia.

Inilah mengapa, saat sedang stres dan cemas, kelenjar apokrin akan menghasilkan cairan tak berbau mirip susu. Namun ketika cairan ini bersentuhan dengan bakteri vagina, maka akan menghasilkan aroma menyengat.

6. Bau amis mirip ikan busuk

Vagina yang berbau amis disebabkan oleh senyawa kimia bernama Trimethylamine, senyawa yang juga bertanggung jawab pada aroma ikan busuk.

Ada dua hal yang menyebabkan bau ini, yakni Bacterial vaginosis (BV) dan Trikomoniasis.

"Anda memiliki BV bila ada pertumbuhan bakteri anaerob berlebih di vagina. Bakteri anaerob ini bau," ujar Minkin.

Sementara itu, trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual yang paling umum dapat menyebabkan bau vagina dan bisa diobati dengan antibiotik.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bau amis adalah indikasi kondisi yang lebih serius.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Ya Kita Bisa Ingat Wajah tapi Lupa Nama?

Penting dipahami, aroma khas pada vagina berhubungan erat dengan pH, dan ada banyak hal yang bisa memengaruhi pH Anda. Menopause juga dapat memengaruhi pH vagina.

"Karena kekurangan estrogen, wanita yang mengalami menopause berakhir dengan mukosa vagina yang lebih sedikit," kata Minkin.

"Mukosa vagina melapisi vagina dan memelihara bakteri Lactobacilli. Jadi, tanpa sel-sel ini, Anda bisa mendapatkan pH yang jauh lebih tinggi."

Terakhir, jangan takut mengenal vagina dengan semua aromanya. Semakin baik Anda memahami bau yang dihasilkan oleh vagina dari hari ke hari, semakin Anda paham jika ada sesuatu yang salah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X