Penemuan yang Mengubah Dunia: Perceraian, Dulu Tabu Kini Umum Terjadi

Kompas.com - 27/06/2019, 22:56 WIB

Raja Henry memaksa Paus untuk membatalkan pernikahannya dengan Catherine dari Aragon, yang gagal memberinya keturunan laki-laki.

Namun, alasan lain yang mendasari keinginan Henry bercerai adalah Anne Boleyn. Henry ingin mempersunting Anne sebagai istrinya.

Karena tidak mendapatkan tanggapan dari Paus Klemens, Henry memutuskan hubungan dengan Roma pada 1533 dan menyatakan diri sebagai pemimpin gereja baru, Gereja Inggris.

Perlawanan gereja terhadap perceraian ini tetap begitu kuat. Hingga akhirnya, jalan satu-satunya untuk bercerai adalah melalui tindakan parlemen atau negara.

Ini menjadi tonggak sejarah bagaimana perceraian menjadi urusan negara.

Meski perceraian dapat menjadi urusan negara, tapi masalah ini baru masuk ke ranah hukum pada 1857. Pada tahun tersebut, akhirnya hukum perceraian disahkan.

Baca juga: Bercerai Merugikan Kesehatan

Sebelum itu, perceraian hanya dapat dilakukan oleh laki-laki dan harus disetujui oleh undang-undang parlemen yang sangat mahal. Akibatnya, perceraian hanya bisa dilakukan oleh orang kaya saja.

Dengan munculnya hukum perceraian, perempuan boleh mengajukan gugatan cerai. Namun, mereka hanya bisa bercerai dengan membuktikan perzinahan yang dilakukan suami.

Pada 1937, hukum perceraian mulai berubah. Hukum yang baru mengiinkan perceraian dengan alasan lain.

Meski bisa bercerai dengan alasan lain, hukum saat itu tidak memihak kepada perempuan. Terutama dengan masalah hak gono-gini.

Masalah ini mulai mendapat perhatian pada 1996 dengan kasus perceraian Matin White dan Pamela White. Keduanya telah menikah selama 33 tahun dan menjalankan bisnis bersama senilai 4,5 juta Poundsterling.

Ketika diputus bercerai, Pamela hanya mendapatkan 800 ribu Poundsterling saja. Dia kemudian mengajukan banding dan mendapatkan 1,5 juta Poundsterling.

Dengan kasus ini, aset ketika menikah harus dibagi secara lebih adil dan mengakui kontribusi "ibu rumah tangga".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.