Selain Semut Charlie Alias Tomcat, Inilah 7 Serangga Paling Berbahaya

Kompas.com - 26/06/2019, 19:32 WIB
Ilustrasi Dorylus alias semut pengemudi. Gajah yang melihat koloni ini bisa lari ketakutan. Ilustrasi Dorylus alias semut pengemudi. Gajah yang melihat koloni ini bisa lari ketakutan.

Semut pengemudi umumnya ditemukan di Afrika, dan hewan ini lebih dikenal dengan nama Dorylus.

Dalam satu koloni, jumlah semut pasukan bisa mencapai 22 juta. Dan jangan dianggap remeh, sebab mereka bisa memakan membunuh dan memakan apapun yang menghalangi perjalanan.

Karena pasukan semut pengemudi berjumlah puluhan juta, tak heran bila binatang berukuran besar seperti gajah akan lari bila melihat mereka.

Semut pengemudi bisa membuat luka pada hewan dan manusia menggunakan mandibula kuat yang dimilikinya.

3. Lebah pembunuh

Ilustrasi lebah pembunuh atau lebah madu Afrika. Ilustrasi lebah pembunuh atau lebah madu Afrika.
Lebah pembunuh juga dikenal dengan nama lebah madu Afrika. Hewan ini merupakan salah satu serangga paling agresif dan mendominasi dunia.

Kelompok lebah pembunuh dapat mengikuti korbannya lebih dari 1 mil atau lebih dari 1.609 meter. Mereka menyerang dalam kelompok dan membuat sengatan berulang.

Lebah pembunuh biasanya menargetkan wajah dan mata manusia. Meski racunya tidak berbahaya, tapi serangan kelompok lebah pembunuh bisa menyebabkan kematian.

Dalam satu koloni berisi lebih dari 80.000 ekor lebah. Begitu lebah merasa terganggu, mereka akan siaga selama 24 jam dan menyerang hewan atau manusia yang bisa dijangkau.

4. Lalat Tsetse

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X