Kompas.com - 24/06/2019, 12:31 WIB
Krisdayanti berpose dalam sebuah acara di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanKrisdayanti berpose dalam sebuah acara di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019).

KOMPAS.com - Dalam program Ngopi Dara yang tayang di YouTube TransTV Official, Kamis (20/6/2019), Krisdayanti alias KD mengaku rutin melakukan perawatan DNA ikan salmon.

"Mimi setelah melakukan treatment tambah cantik. Jadi itu rahasia mimi? Ikan-ikan mahal yang ada di lautan sana?" tanya pemandu acara Ngopi Dara, Jessica Iskandar, seperti dikutip Kompas.com, Senin (24/6/2019).

"Jadi itukan memang untuk brightening. Pakai DNA dari ikan salmon," ujar Krisdayanti.

KD menjelaskan, tubuh manusia selain membutuhkan karbohidrat, juga memerlukan lemak omega 3. Salah satu ikan yang kaya dengan kandungan itu menurut KD adalah salmon.

Baca juga: Krisdayanti Ungkap Rahasia Awet Mudanya Ada pada DNA Ikan Salmon

"Karena tubuh kita kan selain karbohidrat. Kita juga butuh lemak dari Omega itu. Makanya pakai DNA salmon," kata Krisdayanti.

Perawatan itu umumnya dilakukan dengan teknik injeksi. Dokter kecantikan yang menangani istri Raul Lemos itu mengatakan bahwa untuk kondisi kulit Krisdayanti, ia menyarankan perawatan tersebut dilakukan sekali setahun saja.

Namun benarkah DNA ikan salmon bisa bikin awet muda?

DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum selaku dokter ahli nutrisi secara terang-terangan membantah pernyataan sang diva.

"Hoaks ya, DNA ikan beda dengan DNA manusia," ujar Tan menanggapi pernyataan KD tersebut.

Tan menegaskan, omega 3 diperoleh dengan cara dikonsumsi dagingnya, bukan dengan dioleskan ke wajah apalagi suntik DNA ikan.

Dia juga memperingatkan, ikan laut yang kaya omega 3 sebaiknya tidak digoreng karena dapat mengubah lemak menjadi akrilamida dan Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

Akrilamida merupakan senyawa organik yang berpotensi mengancam kesehatan karena dapat menyebabkan kanker atau karsinogenik.

Sementara PAH terdiri dari beberapa rantai siklik aromatik dan bersifat hidrofobik. PAH tertentu ada yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Baca juga: Australia Uji Coba Omega 3 untuk Redam Perilaku Agresif Napi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.