Demam Kok Bikin Kita Mimpi Buruk? Ilmuwan Menjawabnya

Kompas.com - 15/06/2019, 20:00 WIB
Ilustrasi demam Wavebreakmedia LtdIlustrasi demam

KOMPAS.com - Ketika kita merasa tak enak badan, sering kali suhu tubuh meningkat. Saat demam seperti itu, kadang kala kita sulit tidur.

Jika bisa tidur pun, sering kali terjadi mimpi-mimpi aneh atau tidak biasa. Fenomena ini sering disebut dengan "mimpi demam" dalam literatur populer untuk menggambarkan bayangan tak biasa yang muncul kala sakit.

Sayangnya, mimpi kala demam ini sering kali tidak mendapat perhatian. Tapi, dalam sebuah penelitian kecil tahun 2013 yang mensurvei gejala demam, beberapa individu memunculkan mimpi "aneh".

Salah satu peserta menyebutkan mimpi yang berulang selama masa remajanya dan kembali saat demam baru-baru ini. Lainnya menggambarkan mimpi yang tampaknya bergeser berulang kali antara situasi yang menyenangkan dan yang mengganggu.

Baca juga: Temuan Baru, Vitamin Ini Bikin Kita Gampang Mengingat Mimpi

Sebuah studi tahun 2016 mendokumentasikan jenis-jenis mimpi yang dialami beberapa orang selama demam dan kemudian membandingkannya dengan mimpi-mimpi yang dimiliki orang-orang ketika mereka sehat.

" Mimpi demam lebih aneh, lebih bernada negatif, (dan) termasuk lebih sedikit interaksi sosial (daripada mimpi normal)," kata Michael Schredl, salah satu penulis penelitian ini dikutip dari Time, Selasa (11/06/2019).

Sekitar 94 persen dari orang-orang yang pernah mengalami mimpi demam menggambarkan mereka sebagai negatif, penelitiannya menemukan.

Mereka juga menilai mimpi-mimpi ini jauh lebih "intens secara emosional" daripada mimpi-mimpi biasa mereka. Orang-orang dalam penelitian ini menggambarkan "makhluk dengan tangan dan kaki besar", serangga raksasa, dan kegelapan "perlahan menyebar ke seluruh penjuru".

Demam Sebabkan Mimpi Aneh

Namun, pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa demam menyebabkan mimpi aneh dan intens?

Menurut Scredl dan koleganya, hal ini terjadi akibat suhu otak yang tinggi mengganggu proses kognitif normal otak.

"Idenya adalah bahwa otak tidak berfungsi dengan baik selama demam tinggi," katanya.

Hal ini, entah bagaimana, menghasilkan mimpi dengan kualitas yang tidak biasa dan tidak menyenangkan.

Peneliti tidur telah belajar bahwa sebagian besar mimpi tampaknya terjadi selama tahap gerakan mata cepat (REM) dari siklus tidur.

Baca juga: Jangan Abaikan Demam Saat Hamil

"Tidur REM sangat penting untuk kontrol suhu, [dan] demam menekan REM," kata Dr. J. Allan Hobson, seorang peneliti tidur dan profesor psikiatri emeritus di Harvard Medical School.

Jika demikian, maka masuk akal bahwa ketika demam mengganggu tidur REM, itu juga bisa mengubah sifat mimpi seseorang.

Schredl juga menunjukkan bahwa, dalam penelitiannya, gejala penyakit dan citra terkait jauh lebih mungkin muncul dalam mimpi demam daripada yang normal.

Beberapa orang dalam studi ini ingat memimpikan awan yang membakar dan patung-patung yang meleleh. Menurut Schredl, ini bisa dipengaruhi oleh kesadaran otak mereka akan panas yang disebabkan demam.

Ini memberikan kepercayaan pada apa yang dia dan rekan penulis penelitiannya sebut sebagai "hipotesis kontinuitas" dari mimpi. Maksudnya adalah mimpi kita sering kali mencerminkan aspek-aspek terbaru dari kehidupan kita.

Melihat seperti ini, tidak mengherankan bahwa setelah menghabiskan satu hari di rumah di tempat tidur dan berjuang melawan demam, mimpi seseorang mungkin tidak menyenangkan dan tanpa interaksi sosial.

Meski begitu, banyak hal tentang mimpi termasuk makna dan tujuannya, tetap terselubung dalam misteri.



Sumber Time
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X