Kompas.com - 12/06/2019, 16:32 WIB
Sereal dari Zaman Perunggu ditemukan di Austria. Sereal dari Zaman Perunggu ditemukan di Austria.


KOMPAS.com - Tim arkeolog Austria belum lama ini mengumumkan temuan penting terkait makanan prasejarah, tepatnya berasal dari zaman Perunggu.

Dalam laporan yang terbit di jurnal PLOS ONE, Rabu (5/6/2019), Andreas G. Heiss dari Austria Archaeological Institute (ÖAW -ÖAI) dan koleganya menjabarkan makanan kuno berbentuk cincin.

Mereka menduga, makanan ini adalah sereal di masa Perunggu yang dibentuk mirip cincin atau donat kecil berdiameter tiga sentimeter.

Bukti keberadaan sereal berbentuk cincin di situs Zaman Perunggu Akhir Stillfried an der March, Austria, terbilang menarik. Pasalnya, banyak catatan arkeologis tentang pertanian di masa prasejarah tapi sedikit yang menemukan sisa makanannya.

Baca juga: Tertua di Dunia, Tangan Logam dari Zaman Perunggu Ditemukan

Hal ini tentu saja dapat menambah wawasan kita untuk memahami bagaimana budaya kuno mengolah dan menyiapkan suatu makanan.

Dalam studi ini, Heiss dan koleganya memprediksi bahwa sereal kuno itu berasal dari era 900-1000 SM.

Kawasan tempat ditemukannya sereal diyakini dulunya adalah pusat penyimpanan biji-bijian. Hal ini dibuktikan dengan temuan ratusan lubang penyimpanan biji-bijian.

Merujuk pemberitaan Eurekalert, Rabu (5/6/2019), tim Heiss lebih berfokus pada tiga objek berbentuk cincing yang berukuran sekitar tiga sentimeter.

Analisis menunjukkan, ketiga benda itu terbuat dari olahan gandum dan tepung berkualitas unggul basah yang dikeringkan tanpa melalui proses pemanggangan.

Namun berdasar proses pembuatan sereal dan kemiripan dengan cincin dari tanah liat pada situs yang sama, ahli meyakini sereal itu bukan untuk dimakan tapi untuk tujuan ritual adat.

Oleh sebab itu, Heiss menarik kesimpulan bahwa tradisi ritual pada periode Perunggu Akhir telah melibatkan makanan, salah satunya berupa sereal.

Baca juga: Mengejutkan, Besi dari Zaman Perunggu Ternyata Berasal dari Luar Bumi

Para ahli juga menyarankan untuk tidak mengabaikan produk nabati serupa pada penggalian di masa depan.



Sumber Eurekalert
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X