Waspada, BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi

Kompas.com - 22/05/2019, 16:07 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi KOMPAS.com/ JUNAEDIIlustrasi gelombang tinggi

KOMPAS.com – Berdasarkan pengamatan terhadap pola angin di beberapa wilayah di Indonesia, BMKG merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa kawasan perairan Indonesia selama empat hari ke depan, tepatnya pada 22-25 Mei 2019.

Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Laut Banda, Perairan Kep. Letti hingga Tanimbar, dan Laut Arafuru.

Potensi gelombang tinggi ini dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG menghimbau pada masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal kargo untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaannya dan tetap berhati-hati.

Adapun daerah yang terpantau mengalami peningkatan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa lokasi.

Baca juga: Gantikan Posisi Jupiter, Malam Ini Saturnus Bakal Ada di Dekat Bulan

Di antara lain kawasan sekitar Perairan Sabang dan Banda Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Pulau Pagai, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan Selatan Sumba dan Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan P. Rotte-Kupang, Perairan Selatan Flores, Laut Flores, Laut Timor, dan Selat Karimata.

Lalu, Laut Jawa, dan Perairan Utara Madura hingga Kepulauan Kangean, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Laut Sumbawa Utara, Selat Makassar Tengah dan Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana hingga Selayar, Teluk Bone, Perairan Kep. Baubau, Perairan Manui-Kendari, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kepulauan Banggai hingga Sula.

Peningkatan gelombang juga terjadi di Perairan Selatan Ambon, Laut Seram, Perairan Utara Kepulauan Kei hingga Aru, Perairan Fakfak-Kaimana, Perairan Amamapere-Agats, Perairan Kepi;aiam Talaud, Perairan Utara Halmahera, Perairan Utara Pulau Biak, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Sementara itu, beberapa perairan lainnya berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi, dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Wilayah tersebut meliputi Perairan Bengkulu-P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga P. Sumbawa, dan Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan.

Lalu, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Laut Banda, Perairan Kep. Letti hingga Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kei hingga Aru, serta Laut Arafuru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X