Gantikan Posisi Jupiter, Malam Ini Saturnus Bakal Ada di Dekat Bulan

Kompas.com - 22/05/2019, 10:50 WIB
Ilustrasi bulan purnama. ThinkstockphotosIlustrasi bulan purnama.

KOMPAS.com – Bagi anda penikmat astronomi ataupun pengamat antariksa, pada pekan ini ada dua fenomena langit yang bisa disaksikan.

Fenomena pertama terjadi Senin (20/5/2019) malam kemarin, di mana terjadi konjungsi antara Bulan dan Jupiter. Hal ini membuat posisi antara Bulan dan Jupiter nampak berdekatan.

"Kedekatan posisi tampak Bulan dan Jupiter bisa dilihat dari Indonesia, karena baik Bulan maupun Jupiter akan terbit mulai pukul 19.30 waktu setempat. Mereka bakal nampak terus sepanjang maam hingga waktu terbit Matahari Selasa pagi," jelas Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir saat dihubungi Kompas.com pada Senin (20/5/2019).

Baca juga: Wahana Antariksa China Temukan Mineral Penting di Sisi Jauh Bulan

Marufin menjelaskan bahwa konjungsi Jupiter-Bulan ini adalah situasi di mana Bulan dan Jupiter terlihat "berkumpul" atau berdekatan jika dilihat dari Bumi.

"Secara astronomi, konjungsi terjadi saat dua buah benda langit menempati sebuah garis bujur eliptika yang sama pada tata koordinat langit. Dengan demikian keduanya memiliki right ascension yang sama dan jarak sudut atau elongasi antara keduanya tinggal ditentukan oleh beda nilai deklinasi. Hal itu yang terjadi pada Bulan dan Jupiter sehingga keduanya memiliki elongasi yang kecil, membuatnya nampak saling berdekatan jika dilihat dari Bumi," terangnya.

Jupiter akan nampak di rasi Ophiucus, yang terapit antara rasi Sagittarius dan Scorpius.

Selain Jupiter, Saturnus juga akan mengalami konjungsi dengan Bulan pada minggu ini.

Baca juga: NASA Buktikan Ukuran Bulan Mengecil dan Menyusut, Apa Sebabnya?

Saturnus akan menggantikan Jupiter dan nampak terlihat berdekatan dengan Bulan diperkirakan terjadi nanti malam, Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saturnus dapat diamati berada pada rasi Sagittarius.

Fenomena konjungsi antara Bulan dan berbagai Planet dapat diamati setiap bulannya. Meski demikian posisi kemunculan Planet dapat berbeda-beda sesuai dengan pergerakan planet tersebut mengelilingi Matahari.

Begitu pula dengan posisi dan kecerahan Bulan, yang senantiasa berganti fasa setiap hari dalam kurun waktu satu bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X