Cacar Monyet dan Cacar Air Berbeda, Kenali Keduanya

Kompas.com - 15/05/2019, 09:27 WIB
Seorang anak yang terinfeksi cacar monyet mendapatkan perawatan medis di pusat karantina milik Dokter Lintas Batas Internasional (Medecins sans frontieres - MSF) di Zomea Kaka, Lobaya, Republik Afrika Tengah, 18 Oktober 2018. AFP/CHARLES BOUESSELSeorang anak yang terinfeksi cacar monyet mendapatkan perawatan medis di pusat karantina milik Dokter Lintas Batas Internasional (Medecins sans frontieres - MSF) di Zomea Kaka, Lobaya, Republik Afrika Tengah, 18 Oktober 2018.

Lenting dan ruam kemerahan disertai rasa gatal adalah gejala cacar air yang paling sering terjadi. Infeksi berada di tubuh Anda sekitar tujuh hingga 21 hari sebelum ruam dan gejala cacar air lainnya berkembang.

Dalam waktu 48 jam sebelum kulit mulai ruam, pasien cacar air sudah bisa menularkan virus  ke orang di sekitar.

Sebelum ruam muncul, pasien cacar air akan mengalami demam, sakit kepala, dan hilang nafsu makan.

Satu atau dua hari setelah pasien mengalami gejala tersebut, ruam akan mulai berkembang.

3 fase ruam sebelum pulih

Ruam melewati tiga fase sebelum pulih, termasuk:
- Benjolan merah atau merah muda di seluruh tubuh Anda.
- Benjolan menjadi lecet berisi cairan.
- Benjolan menjadi berkerak, berkeropeng, dan mulai sembuh.

Benjolan di tubuh Anda tidak akan semuanya berada pada fase yang sama pada saat yang bersamaan. Benjolan baru akan terus muncul di seluruh infeksi Anda. Ruam ini mungkin sangat gatal, terutama sebelum kudis dengan kerak.

Pasien masih bisa menularkan virus sampai semua bekas ruam di tubuh telah meradang. Butuh tujuh hingga 14 hari untuk hilang sepenuhnya.

Pencegahan cacar air

Pada cacar air, dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi keparahan cacar air dan jika perlu mengobati komplikasi.

Berbeda dengan cacar monyet, cacar air dapat dicegah dengan vaksin cacar air (varicella).

Baca juga: Kasus Langka, Bayi Baru Lahir Terinfeksi HIV dari Cacar Air Sang Ayah

Untuk menghindari cacar air dan cacar monyet ada baiknya kita tidak melakukan kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi. Sarung tangan dan pakaian pelindung perlu dikenakan saat menangani hewan sakit atau jaringan yang terinfeksi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X