Cacar Monyet dan Cacar Air Berbeda, Kenali Keduanya

Kompas.com - 15/05/2019, 09:27 WIB
Seorang anak yang terinfeksi cacar monyet mendapatkan perawatan medis di pusat karantina milik Dokter Lintas Batas Internasional (Medecins sans frontieres - MSF) di Zomea Kaka, Lobaya, Republik Afrika Tengah, 18 Oktober 2018.AFP/CHARLES BOUESSEL Seorang anak yang terinfeksi cacar monyet mendapatkan perawatan medis di pusat karantina milik Dokter Lintas Batas Internasional (Medecins sans frontieres - MSF) di Zomea Kaka, Lobaya, Republik Afrika Tengah, 18 Oktober 2018.

KOMPAS.com - Sebagian orang mungkin mengira cacar monyet (monkeypox) tak jauh berbeda dengan cacar air, karena memang sekilas tampak mirip. Meski demikian, kedua penyakit ini berbeda, baik dari sisi jenis virus yang menularkan dan cara penularannya.

Berikut adalah perbedaan keduanya yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Cacar monyet

Virus pembawa dan penularan

Melalui laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus zoonosis langka yang ditularkan ke manusia melalui hewan.

Dalam artikel sebelumnya, Kompas.com menjelaskan bahwa penularan cacar monyet diakibatkan oleh hewan terinfeksi seperti tikus atau hewan pengerat lain.

Baca juga: Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Baru Saja Sampai ke Singapura

Karena sumber penularannya dari hewan, hanya sedikit kasus cacar monyet yang ditularkan dari manusia ke manusia.

Jikapun ada, penularan dapat terjadi melalui kontak dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, atau objek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita.

WHO menulis bahwa penularan pada manusia ini sangatlah terbatas. Transmisi melalui partikel cairan pernapasan membutuhkan kontak antarmuka jangka panjang sehingga penyakit ini biasanya hanya menular kepada anggota keluarga.

Hal ini juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif NCID, Profesor Leo Yee Sin. Dia mengatakan, tidak ada bukti yang mencatat bahwa infeksi cacar monyet dapat menyebar melalui penularan antar manusia saja.

"Rata-rata, setiap pengidap akan menularkan infeksi pada kurang dari satu orang saja. Cacar monyet tidak mudah menular seperti flu. Rantai penularan juga dapat diputus melalui pelacakan kontak dan karantina," tambahnya.

Kementrian Kesehatan Singapura juga menambahkan bahwa penyakit cacar ini penularannya terbatas, di mana pasien umumnya pulih setelah dua atau tiga hari.

Gejala cacar monyet

Penderita cacar monyet yang endemik di desa-desa Afrika Tengah dan Barat biasanya mengalami sejumlah gejala yang berlansung selama 14-21 hari.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X