Kompas.com - 11/05/2019, 20:03 WIB


KOMPAS.com - Piranha, ikan air tawar ini selalu digambarkan sebagai sosok penunggu sungai menyeramkan yang siap menerkam manusia dan hewan besar dengan gigi runcingnya. Padahal, piranha di dunia nyata tidak demikian.

Pemahaman yang salah tentang piranha berawal dari tulisan Theodore Roosevelt.

Setelah kekalahan telak dari Woodrow Wilson dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 1912, Roosevelt mulai menjelajah dunia. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah "Sungai Kerugian" di kedalaman lembah Amazon, dan kini berganti nama menjadi Sungai Roosevelt.

Saat Roosevelt melakukan perjalanan, dia membawa 18 orang untuk menemaninya melakukan ekspedisi. Namun yang kembali pulang ke AS hanya 16 orang, termasuk Roosevelt yang pulang dalam kondisi kritis akibat cedera kaki dan infeksi.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Bunglon Mengubah Warna untuk Kamuflase Hanya Mitos

Perjalanan yang dilakukannya tidak berjalan mulus tanpa hambatan, tapi dihadang beragam masalah seperti penyakit, cedera, kehabisan bahan makanan, kelelahan, tenggelam, terlibat pembunuhan, dan lain-lain.

Meski Roosevelt dan tim mengalami berbagai rintangan, setibanya di Brasil mereka mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Apalagi Roosevelt merupakan negarawan Amerika Utara pertama yang mengunjungi hutan Amazon.

Dalam perjamuan kedatangan tim Roosevelt, pemerintah Brasil memberikan hiburan otentik yang hanya dapat dilihat di Rip Aripuana, Amazon. Pertunjukan itu berupa pengeroyokan seekor sapi hidup pesakitan oleh segerombolan ikan piranha.

Memang benar, sapi malang itu habis dimakan para piranha. Namun menurut laporan pakar ikan tropis HR Axelrod, ini karena piranha sengaja dibiarkan kelaparan dan tidak diberi makan sama sekali selama berminggu-minggu.

Tak heran para piranha di sana kala itu sangat kelaparan sehingga dapat menghabiskan sapi yang ukurannya jauh lebih besar.

Melansir IFL Science, Selasa (7/5/2019), Roosevelt dan tim sama sekali tidak tahu mengapa ikan piranha bisa sangat beringas dan sanggup memangsa sapi hidup.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Oh Begitu
Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Oh Begitu
Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.