Survei Ungkap Sarapan Sehat Pilihan Penduduk Indonesia

Kompas.com - 11/05/2019, 03:50 WIB
ilustrasi makanan sehatShutterstock ilustrasi makanan sehat

KOMPAS.com – Sarapan merupakan aktivitas yang sangat penting, namun seringkali terlewatkan, terutama bagi kalangan pelajar atau pekerja yang memiliki jadwal padat di pagi hari.

Menurut survei yang dilakukan oleh Herbalife Nutrition, sebagian besar masyarakat Indonesia telah menyadari akan pentingnya sarapan sehat sebelum beraktivitas.

Survei ini juga mengungkap bahwa kombinasi susu dan telur merupakan menu sarapan sehat ideal favorit masyarakat Indonesia. Meski demikian, masih banyak responden yang belum mempraktekkan hal tersebut.

“Masyarakat pada umumnya sudah punya knowledge tinggi, attitude bagus, tapi practice-nya masih kurang”, ujar Dr. Hamid Jan, anggota Dewan Penasehat Nutrisi Herbalife pada acara siaran pers di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Apakah Waktu Makan Paling Penting adalah Sarapan?

Jan juga menyayangkan fakta bahwa anak-anak usia sekolah seringkali melewatkan sarapan.

“Anak yang masuk ke ruang kelas tanpa sarapan pasti performa belajarnya turun. Tubuhnya di kelas, tapi pikirannya ke kafetaria. Kalau nilai jelek, seharusnya bukan anak yang disalahkan, tapi orangtuanya yang tidak siap”, tuturnya.

Masih dari survei yang sama, sekitar 89 persen dari responden melaporkan bahwa mereka biasa sarapan di rumah, sedangkan sisanya di perjalanan atau di kantor.

Sebagian besar melakukan sarapan sekitar dua hingga tiga jam setelah bangun tidur.

Sementara itu, faktor yang mempengaruhi pertimbangan pemilihan menu sarapan menurut hasil survei antara lain adalah kesehatan makanan, kemudahan penyajian, nutrisi, rasa makanan, dan terakhir adalah harga makanan.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sarapan sehat sudah cukup tinggi.

Baca juga: Temuan Baru: Sarapan Bantu Turunkan Berat Badan

Adapun yang menjadi penghalang utama masyarakat dalam melaksanakan sarapan sehat berdasarkan survei adalah kurangnya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan sarapan, tidak ingin repot, dan terakhir adalah menghemat biaya.

Untuk menyiasati hal ini, Jan menyarankan masyarakat untuk memulai kebiasaan sarapan sehat dengan cara bangun 15 menit lebih awal untuk mempersiapkan diri, memulai sarapan dengan porsi kecil yang mudah dicerna, dan menambahkan protein, misalnya susu dan telur, pada menu sarapan harian.

Protein akan membuat kita kenyang lebih lama dibanding karbohidrat, karena protein baru dicerna di perut, sedangkan karbohidrat sudah duluan dicerna di mulut”, ungkap Jan.

Sarapan sehat bukan hanya penting untuk memberikan energi yang dibutuhkan selama beraktivitas hingga siang hari.

Sarapan yang sehat dan seimbang juga berperan untuk memenuhi kebutuhan protein untuk kesehatan otot, menstabilkan kadar gula darah, membantu pilihan makanan yang tepat saat makan siang, memenuhi kebutuhan energi bagi tubuh dan otak, serta menjaga perut agar tetap kenyang dengan nutrisi seimbang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X