Kompas.com - 07/05/2019, 10:56 WIB
Ilustrasi vaksin. SHUTTERSTOCKIlustrasi vaksin.


KOMPAS.com - Pada Pekan Imunisasi Sedunia tahun ini, Badan Kesehatan Sedunia (WHO) meluncurkan vaksin malaria pertama di dunia. Para ilmuwan kini juga sedang menguji vaksin untuk HIV dan sedang bekerja keras membuat vaksin untuk melawan kanker.

"Vaksin adalah salah satu penemuan terbesar umat manusia," ujar Dr. Peter Hotez, seorang profesor di Baylor College of Medicine.

Program vaksinasi global telah berhasil memberantas penyakit cacar. Dan kini berupaya mengakhiri polio, penyakit yang telah membuat 350 ribu orang setiap tahun lumpuh. Berkat program imunisasi global, jumlah itu kini hanya mencapai 20 orang.

Pakistan dan Afghanistan adalah dua negara di mana virus polio masih ada.

Baca juga: Vaksin Malaria Pertama di Dunia Akan Diuji Coba Pada Anak-anak

Beberapa penyakit lain seperti cacar, polio dan campak hanya dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Walter Orenstein di Emory Vaccine Center mengatakan itulah sebabnya ketiga penyakit ini sedianya dapat benar-benar diberantas.

"Jika kita dapat memutus rantai penularan dari manusia ke manusia, kita dapat memberantas penyakit ini. Itulah sebabnya cacar dapat diberantas," kata Orenstein.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian besar penyakit yang dapat dicegah lewat vaksin adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Misalnya campak, gondok dan cacar air; dan kini pada Pekan Imunisasi Sedunia diluncurkan vaksin untuk memberantas parasit penyebab malaria.

Dr. Pedro Alonso di Badan Kesehatan Sedunia WHO mengatakan Malawi, Ghana dan Kenya akan mulai memberikan vaksin kepada anak-anak dalam beberapa minggu mendatang.

"Ini adalah vaksin pertama terhadap parasit penyebab malaria. Parasit merupakan organisme yang sangat rumit, jauh lebih rumit dibanding virus atau bakteri. Itulah sebabnya dibutuhkan waktu 30 tahun untuk mengembangkan vaksin pertama ini,” tukasnya.

Vaksin dapat benar-benar melindungi dua jenis kanker – kanker leher rahim dan kanker mulut yang disebabkan oleh virus HPV; dan kanker hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Kini para ilmuwan bekerja untuk mengembangkan vaksin melawan kanker payudara dan kanker mematikan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Emisi Gas Rumah Kaca Mencapai Tingkat Rekor Tahun Lalu, Apa Dampaknya?

Emisi Gas Rumah Kaca Mencapai Tingkat Rekor Tahun Lalu, Apa Dampaknya?

Fenomena
Kadal Berkembang Biak dengan 4 Cara Berbeda, Ini Penjelasannya

Kadal Berkembang Biak dengan 4 Cara Berbeda, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Pertama Kalinya, Astronom Deteksi Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

Pertama Kalinya, Astronom Deteksi Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Serigala Jepang Kerabat Dekat Anjing Domestik, Studi Jelaskan

Serigala Jepang Kerabat Dekat Anjing Domestik, Studi Jelaskan

Fenomena
Cara Cegah Penyakit Khas Musim Hujan, dari DBD hingga Alergi Dingin

Cara Cegah Penyakit Khas Musim Hujan, dari DBD hingga Alergi Dingin

Kita
Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke Dalam Tubuh sampai Merusak Organ

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke Dalam Tubuh sampai Merusak Organ

Oh Begitu
Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Oh Begitu
4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Oh Begitu
Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Oh Begitu
Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Oh Begitu
Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Fenomena
Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.