Begini Nasib Bumi Bila Jentikan Jari Thanos Terjadi di Dunia Nyata

Kompas.com - 24/04/2019, 07:07 WIB
Thanos, karakter antagonis yang diperankan aktor Josh Brolin dalam film Avengers: Infinity War karya sutradara Anthony dan Joe Russo.Disney-Marvel Studios Thanos, karakter antagonis yang diperankan aktor Josh Brolin dalam film Avengers: Infinity War karya sutradara Anthony dan Joe Russo.

KOMPAS.com – Pada hari ini, film Avengers: Endgame akhirnya dirilis di bioskop-bioskop Indonesia. Ini merupakan kelanjutan dari Avengers: Infinity War yang berakhir mengenaskan. Dalam akhir film tersebut, jentikan jari Thanos menghilangkan separuh makhluk hidup di Bumi.

Plot itu sungguh mengerikan, dan untungnya cuma fiksi. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang terjadi bila jentikan jari Thanos itu nyata? Pertanyaan ini dibahas dalam artikel Smithsonian.com, Selasa (23/4/2019).

Sakit perut sementara

Bila Anda termasuk orang yang selamat dari jentikan jari Thanos, bukan berarti Anda akan baik-baik saja. Selain kehilangan orang-orang tercinta, rupanya Anda juga kehilangan setengah dari mikrobioma di usus yang terdiri dari bakteri, virus dan fungi.

Zuri Sullivan, seorang pakar imunologi dari Yale University, menjelaskan bahwa mikrobioma usus membantu kita mencerna makanan dengan memecah molekul kompleks, mengajari sistem imun kita untuk membedakan bakteri berbahaya dan tidak, serta melindungi kita dari patogen.

Ketika keseimbangan ini terganggu akibat jentikan jeri Thanos, Anda bisa mengalami sakit perut, ujar pakar mikrobiologi Nicholas Lesniak dari University of Michigan.

Kabar baiknya, mikrobioma kita berjumlah miliaran dan perkembangbiakannya tergolong cepat, sehingga keseimbangan mungkin akan bisa tercapai lagi hanya dalam hitungan jam.

Baca juga: Avengers: Infinity War, Cerminan Pemujaan Manusia Terhadap Batu Bertuah

Tenggelam dalam kotoran

Jentikan jari Thanos juga akan menghilangkan setengah dari populasi serangga di dunia.

Pakar serangga Mary Berenbaum dari University of Illinois Urbana-Champaign berkata bahwa dampak dari hilangnya setengah serangga akan sangat buruk. Kita akan kehilangan semua layanan ekosistem yang selama ini diberikan oleh serangga, termasuk menghilangkan bangkai dan polinasi yang begitu penting bagi petani buah dan madu.

“Ada komunitas serangga yang secara khusus memakan kotoran. Bila komunitas ini hilang, Anda akan tenggelam dalam kotoran,” ujar Berenbaum.

Situasi serupa sebetulnya pernah terjadi di Australia pada 1890-an ketika para penjajah datang ke benua tersebut dan membawa hewan-hewan asing, seperti dombam yang kotorannya tidak bisa diolah oleh kumbang kotoran lokal.

Halaman:



Close Ads X