Halo Prof! Vaginismus Itu Penyakit Sungguhan atau Bukan?

Kompas.com - 22/04/2019, 21:06 WIB
dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Pondok Indah ? Puri Indah Rumah Sakit Pondok Indahdr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pondok Indah ? Puri Indah

Sementara itu, penyebab secara psikologis atau psikis dapat dilihat dari adanya trauma psikis yang dialami pasien sebelumnya. Biasanya, trauma psikis berkaitan dengan kekerasan seksual, adanya rasa kurang percaya diri, atau mungkin akibat tidak berhubungan seksual dalam jangka waktu lama.

Derajat vaginismus pun berbeda-beda, mulai dari derajat ringan sampai berat.

Nyeri saat berhubungan atau dyspareunia seringkali dikaitkan dengan adanya vaginismus derajat ringan. Namun untuk memastikannya, perlu dilihat beberapa penyebab lainnya baik fisik dan psikologis, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Baca juga: Halo Prof! Bolehkah Saya Bermain Basket pada Usia 58 Tahun?

Penderita vaginismus membutuhkan tim dokter ahli untuk membantu melakukan penyembuhan atau terapi. Seringkali kolaborasi antara psikiatri dan ginekolog diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan terapi yang terarah.

Kombinasi terapi edukasi, dan terapi dengan dilator vagina, juga pelvic physical therapy dapat meningkatkan keberhasilan kesembuhan. Selain itu, saat ini terapi botox juga sering digunakan pada pasien dengan dyspareunia dan vaginismus untuk melemahkan otot panggul agar tidak berkontraksi secara berlebihan.

Meskipun penelitian mengenai hal ini belum cukup banyak, beberapa penelitian yang ada telah memberikan hasil yang cukup memuaskan. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan terapi ini.

Dari penjelasan Ibu Dinda tentang kasus di atas, jelas terlihat adanya faktor psikologis yang lebih berperan. Selain itu, tentunya ada banyak hal lain yang juga terlibat.

Bila keluhan tersebut termasuk dalam kategori vaginismus, tentunya akan sulit baginya untuk melakukan penetrasi dengan siapapun atau dengan hal apapun. Merasa nyaman adalah kunci dari keberhasilan berhubungan seksual bagi seorang wanita normal.

Demikian uraian dari saya, semoga dapat membantu Ibu Dinda dalam memahami kasus vaginismus, ya.

dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah

Punya pertanyaan terkait kesehatan dan sains yang membuat Anda penasaran? Kirimkan pertanyaan Anda ke haloprof17@gmail.com untuk dijawab oleh ahlinya

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X