Kompas.com - 22/04/2019, 18:33 WIB
Foto sampah plastik bungkus Indomie bertuliskan Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku ditemukan di Pantai Sendang Biru di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral di media sosial. dok TwitterFoto sampah plastik bungkus Indomie bertuliskan Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku ditemukan di Pantai Sendang Biru di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral di media sosial.

Salah satu kasus terbaru adalah paus di Filipina yang terdampar dengan 40 kilogram plastik di dalam perutnya. Ahli yang menemukannya, Darrell Blatchley mengambil foto menyedihkan dari isi perut paus tersebut.

Blatchley juga mengisahkan bahwa paus tersebut memuntahkan darah sebelum akhirnya mati.

"Saya tidak siap untuk jumlah plastik. 40 kg kira-kira karung beras, tas belanja, tas perkebunan pisang, dan kantong plastik umum (kresek)," ujar Blatchley dikutip dari CNN (18/03/2019).

5. Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun

Salah satu foto paling memilukan dari bahaya plastik bagi Bumi adalah sampah bungkus Indomie yang berusia 19 tahun. Foto yang diunggah oleh Fianisa Tiara Pradani pada awal April tersebut menampilkan tulisan 55 Tahun Indonesia.

Padahal, tahun 2019, Indonesia memasuki usia ke-74. Artinya, bungkus tersebut telah berusia 19 tahun.

Menanggapi foto tersebut, Dwi Sawung selaku Manajer Kampanye Perkotaan, Tambang, dan Energi WALHI mengungkapkan bahwa temuan itu merupakan tanda plastik adalah sampah yang hampir abadi.

"Sampah plastik entah bungkus makanan, botol minuman perlu waktu ratusan sampai ribuan tahun untuk terurai," ujar Dwi dihubungi Kompas.com, Selasa (9/4/2019).

Dengan kata lain, sampah plastik kemungkinan hanya terombang-ambing di lautan atau tertimbun tanah selama ratusan tahun dengan bentuk yang seperti sama dengan saat dibuang.

Foto ini juga menegaskan bahwa plastik mencemari Bumi tanpa terurai. Menurut geokimiawan organik dari Universitas Stanford Kenneth Peters, alam tidak bisa membuat plastik sehingga tidak ada organisme di muka bumi yang dipersiapkan untuk menangani masalah plastik.

Sampah plastik yang tertimbun tanah dan terombang-ambing di lautan menimbulkan banyak masalah. Mulai dari berkurangnya kemampuan resap tanah, aliran air terganggu, dan mengancam keselamatan banyak binatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.