Puluhan Petugas KPPS Meninggal, Beban Kerja Berlebih Mengancam Nyawa

Kompas.com - 21/04/2019, 09:57 WIB
Ilustrasi pemilu. ShutterstockIlustrasi pemilu.

Kemudian studi lain yang terbit 2014 di jurnal Psychosomatic Medicine mengungap bahwa tingginya beban pekerjaan berkaitan dengan diabetes,  peluang risikonya bisa mencapai 45 persen.

Merasa terlalu banyak bekerja juga dapat merusak kesehatan mental.

Menurut American Institute of Stress, stres dapat memicu seseorang mengunjungi pusat kesehatan 75 sampai 90 persen.

Cara mengatasi stres

Stres muncul karena berbagai alasan, tapi direktur eksekutif American Institute of Stress Heidi Hanna mengatakan, stres sebenarnya memiliki tujuan.

"Stres, tekanan, ketegangan ada untuk membantu manusia tumbuh lebih kuat dan hal ini dibutuhkan agar manusia dapat berkembang secara positif," ujar Hanna.

"Stres bukanlah musuh. Untuk menangani stres, hal yang perlu kita lakukan adalah istirahat dan melakukan pemulihan untuk menyeimbangkan stres dalam hidup, juga menjaga diri agar stres tidak di tahap kronis," jelas Hanna.

Hann menjelaskan, otak memiliki sistem kerja yang sama dengan otot. Misalnya kita melatih otot terus menerus tanpa henti maka kita bisa mengalami cedera. Hal yang sama pun terjadi pada otak.

Untuk itu, Hanna menyarankan tiga hal untuk mencegah stres.

  • Biasakan untuk istirahat. Sisihkan 3-5 menit untuk bangun dari meja dan berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau mencari udara segar.
  • Saat ada telepon masuk, Anda bisa mengangkatnya sambil beranjak dari kursi atau bila butuh bantuan teman sekantor, sebaiknya datangi mejanya dibanding mengirim pesan singkat atau email.
  • Simpan sesuatu yang lucu dan menghibur, entah itu gambar, video, atau apapun. Jika kita merasa terlalu banyak tekanan, hal semacam itu bisa mengurangi stres.

Baca juga: 12 Petugas KPPS di Jabar Meninggal, KPU Ungkap Penyebabnya

Dari pemberitaan Kompas.com, 12 petugas KPPS di Jawa Barat meninggal karena diduga waktu penghitungan suara yang terlalu lama akhirnya membuat para petugas KPPS kelelahan.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat Rifqi Alimubarok, rata-rata petugas baru menyelesaikan tugasnya sekitar pukul 5.00 pagi.

"Bahkan ada yang berlanjut sampai jam 12 siang karena belum selesai menyalin hasil formulir yang cukup banyak. Dan itu kan tanpa jeda, apalagi kemudian mereka kebanyakan mempersiapkan TPS di H-1, jadi otomatis kelelahan," ujar Rifqi ditemui kemarin.

Selain di Bandung, petugas KPPS Sulsel juga ada yang meninggal empat orang, dan menyusul beberapa orang di berbagai wilayah Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X