Kompas.com - 05/04/2019, 17:03 WIB

"Belum ada informasi yang cukup apakah daun kelor aman digunakan untuk obat," imbuh WebMD.

Meski begitu, ada peringatan khusus untuk ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan sama sekali mengonsumsi akar, kulit, dan bunga.

Pasalnya, zat kimia dalam bagian itu dapat menyebabkan rahim berkontraksi dan risiko keguguran.

"Tidak ada cukup informasi terkait keamanan bagian lain tanaman kelor saat masa kehamilan. Lebih baik tetap hindari penggunaannya," tulis WebMD.

Sementara tanaman kelor disebut bagus untuk memproduksi ASI, sebenarnya hingga saat ini belum ada informasi dan studi ilmiah yang cukup untuk membenarkan apakah ini aman untuk bayi.

"Karena itu, yang terbaik adalah menghindari kelor saat menyusui," tegas ahli.

Tanggapan ahli gizi

Ahli gizi Dr dr Tan Shot Yen, M. Hum mengatakan, meracik tanaman dan dijadikan obat bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dan terjadi begitu saja. Semuanya ada tahapan dan membutuhkan proses panjang.

"Untuk menjadikan suatu penemuan sebagai obat, apalagi untuk manusia, perjalanannya masih jauh," kata Tan kepada Kompas.com, Jumat (5/4/2019).

Agar memudahkan pembaca mengetahui perjalanan panjang penemuan obat, Tan memberikan bagan dan patokan dasar untuk hal itu seperti dapat dilihat di bawah ini.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber WebMD,ABC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.