Pelajari Gigi Mastodon, Para Peneliti Justru Temukan Spesies Baru

Kompas.com - 02/04/2019, 18:05 WIB
ilustrasi mastodon national geographicilustrasi mastodon

KOMPAS.com - Tim peneliti baru-baru ini mengumumkan jika mereka baru saja menemukan spesies Mastodon baru. Mastodon merupakan binatang besar yang menyerupai gajah modern. Mereka hidup dari zaman Miosen dan Pleistosen, dan kemudian punah sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Penemuan spesies dari kerabat mammoth ini terbilang terjadi tanpa sengaja.

Para peneliti sebenarnya sudah memiliki tulang belulang Mastodon tersebut sejak lama, bahkan telah disimpan di beberapa museum di California selama 20 tahun semenjak ditemukan di Danau Diamond Valley. Namun mereka sama sekali tak menyadari jika tulang belulang itu merupakan jenis Mastodon baru.

Baca juga: 43 Tahun Kesepian, Gajah Paling Menyedihkan di Dunia Mati

Barulah ketika para peneliti ini melakukan penelitian mengenai gigi Mastodon, mereka menemukan sesuatu yang baru.

Para peneliti membandingkan gigi Mastodon di California dengan Mastodon yang berasal dari Amerika Utara.

Ternyata, tim menemukan beberapa perbedaan. Mastodon California mempunyai gigi geraham yang lebih kecil dibandingkan dengan Mastodon di wilayah lainnya. Selain itu, ia juga memiliki lebih banyak tulang belakang, gading yang lebih rendah dan tulang paha yang berbeda.

Dari berbagai fakta baru tersebut, para peneliti akhirnya menyimpulkan jika Mastodon California merupakan spesies yang baru sekaligus menjadi spesies pertama yang dilaporkan dalam 50 tahun. Mereka memberinya nama Mammoth pacificus.

Selain perbedaan fisik itu, para peneliti juga mencatat bukti bahwa hewan yang hidup di California ini terisolasi dari spesies lain selama ribuan tahun.

Baca juga: Sering Diburu oleh Manusia, Gajah Beradaptasi Lahir Tanpa Gading

Catatan tersebut tentunya menambah pekerjaan rumah bagi para peneliti untuk menjawab pertanyaan baru, seperti mengapa bisa terisolasi, bagaimana spesies tersebut bisa berevolusi, serta seperti apa lingkungan hidup mereka dahulu kala.

Meski begitu, Brett Dooley, peneliti sekaligus pengajar di Western Science Center, berharap agar adanya penelitian yang diterbitkan dalam PeerJ tersebut, bisa memberikan informasi lebih banyak lagi mengenai Mastodon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X