Peringatan untuk Kita, Pria Ini Nyaris Meninggal karena "Cotton Bud"

Kompas.com - 21/03/2019, 09:55 WIB
Bersihkan telinga menggunakan cotton bud. ThinkstockBersihkan telinga menggunakan cotton bud.

KOMPAS.com - Studi kasus ini memperingatkan kita bahwa membersihkan telinga dengan cotton bud berbahaya. Seorang pria 31 tahun justru mengalami infeksi parah yang mengancam nyawa karenanya.

Dalam laporan kasus yang baru terbit di jurnal BMJ Case Reports, pria yang sebelumnya sehat itu dilarikan ke UGD karena pingsan.

Saat tiba di UGD, dia mengalami kejang. Pemeriksaan fisik menunjukkan dia bingung, mengantuk dan kesadarannya tidak stabil.

Ketika agak sadar, pria itu mengaku merasa sakit di bagian kepala dan sudah beberapa hari belakangan terus merasa mual.

Baca juga: Kotoran Telinga, Bolehkah Dibersihkan Sendiri dengan Cotton Bud?

"Yang mengerikan, selama lima tahun terakhir dia mengaku telinga kirinya sangat sakit dan tidak bisa mendengar," tulis laporan itu.

Seperti dilansir Science Alert, Rabu (21/3/2019), hasil CT Scan pada tengkorak kepala menunjukkan adanya abses (penyakit karena infeksi bakteri) yang sudah bernanah di jaringan sekitar otak dan keluar dari salah satu telinganya.

Dari fakta itu, dokter menemukan penyebab infeksinya adalah Pseudomonas aeruginosa, patogen pemicu penyakit berbahaya.

Tim medis pun berpendapat, P. aeruginosa bertanggung jawab atas kondisi pasien yang didiagnosis Necrotising Oittis Externa (NOE, alias otitis eksterna ganas) yang memengaruhi jaringan di kanal pendengaran eksternal (EAC).

Namun bagaimana bakteri jahat itu bersarang di tengkorak pria tersebut?

Pemeriksaan fisik salurang telinga mengisyaratkan jawaban yang paling mungkin, yakni sisa kapas yang tertinggal di kepala, mungkin sudah ada selama bertahun-tahun mengingat pria itu mengalami gangguan pendengaran dan nyeri dalam jangka waktu lama.

Sisa kapas cotton bud tertinggal di kepala dan menyebabkan pria itu mengalami infeksi parah yang hampir merenggut nyawanya. Sisa kapas cotton bud tertinggal di kepala dan menyebabkan pria itu mengalami infeksi parah yang hampir merenggut nyawanya.

"Risiko infeksi dari benda asing yang bersarang di EAC adalah faktor risiko munculnya radang saluran telinga. Namun itu belum pernah dijelaskan sebagai penyebab NOE," jelas peneliti dalam laporannya.

Pasien beruntung karena masih bisa diselamatkan dengan mengambil sisa kapas dan pemberian antibiotik selama delapan minggu untuk mengobati infeksi dan memperbaiki masalah neurologis serius yang dialaminya

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X