Tak Hanya Gizi, Asap Kebakaran Hutan Juga Sebabkan "Stunting"

Kompas.com - 18/03/2019, 18:33 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan.ABC Ilustrasi kebakaran hutan.

KOMPAS.com - Pembahasan masalah stunting dalam debat calon wakil presiden (cawapres) masih menjadi perbincangan publik. Kedua cawapres fokus pada pencegahan stunting dari sisi gizi serta masalah sosial.

Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan stunting atau pertumbuhan tidak maksimal pada anak juga bisa disebabkan oleh kebakaran hutan.

Penelitian tersebut membahas dampak kebakaran hutan di Indonesia tahun 1997 menyebabkan anak-anak yang lahir pada masa itu lebih pendek 3,3 sentimeter.

Sebagai informasi, kebakaran hutan di Indonesia pada 1997 dianggap paling buruk dalam sejarah. Asap dan kabut meluas hingga kota-kota terdekat di Brunei, Thailand, Vietnam, dan Fiipina.

Baca juga: Sama-sama Bertubuh Pendek, Apa Beda Stunting dan Orang Kerdil?

Penelitian terbaru dari Singapura dan AS ini menemukan bukti bahwa anak-anak di dalam rahim yang terpapar kabut asap tersebut berpotensi membuat mereka lebih pendek atau mengalami stunting.

Temuan menunjukkan bahwa udara beracun dapat menyaring pasokan oksigen janin. Hal ini menyebabkan perubahan permanen yang berpotensi menyebabkan berat badan lahir rendah.

Tak hanya itu, paparan kabut asap ini juga menyebabkan potensi tinggi badan yang lebih pendek di usia dewasa.

"Sementara penelitian sebelumnya telah menarik perhatian pada kematian yang disebabkan kabaran hutan, kami menunjukkan bahwa orang yang selamat juga menderita kerugian besar dan tidak dapat dipulihkan," tulis para peneliti dalam laporannya di jurnal PNAS dikutip dari Science Alert, Minggu (24/02/2019).

Ini merupakan temuan baru yang menunjukkan bahwa kebakaran hutan lebih berbahaya daripada yang kita bayangkan sebelumnya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X