Alergi Air Mani, Wanita Ini Kesulitan Bernapas Setelah Hubungan Seks

Kompas.com - 15/03/2019, 19:02 WIB
Ilustrasi spermaEraxion Ilustrasi sperma

KOMPAS.com - Seorang wanita di Spanyol terpaksa harusi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala kesulitan bernapas, muntah, serta gatal. Uniknya, gejala itu muncul setelah perempuan berusia 31 tahun itu melakukan hubungan seksual.

Perempuan itu didiagnosis menderita anafilaksis - reaksi alergi seluruh tubuh yang parah yang dapat mengancam jiwa.

Padahal, sebelumnya perempuan itu tidak minum obat apa pun dan belum makan makanan tidak biasa yang mungkin memicu reaksi.

Tetapi ketika ditelusuri, pasangannya ternyata baru saja mengonsumsi antibiotik amoksisilin untuk infeksi telinga. Amoksisilin berhubungan dengan penisilin, dan perempuan itu kemudian memberi tahu dokter bahwa dia menderita alergi penisilin.

Baca juga: Untuk Semua Pria, Ada 27 Virus yang Bisa Ditularkan Lewat Air Mani

Dalam laporannya di jurnal BMJ Case Reports, para penulis mengatakan kemungkinan reaksi alergi perempuan itu dipicu oleh amoksisilin yang terkonsentrasi di air mani pasangannya, yang terpapar padanya selama seks oral.

Susana Almenara, co-author laporan itu, mengatakan itu adalah pertama kalinya pihaknya berurusan dengan kasus alergi akibat hubungan seksual.

Beberapa hari kemudian, ketika perempuan yang tidak disebutkan namanya ini berbicara dengan dokter keluarganya, para dokter menyatukan bahwa reaksi itu terkait dengan hubungan seksual, kata Almenara.

Ketika wanita itu datang ke rumah sakit, dia hanya dirawat karena reaksi alergi. Alergi terhadap cairan semen (cairan yang membawa sperma) jarang terjadi, tetapi telah dilaporkan sebelumnya.

Dalam beberapa kasus, orang alergi terhadap protein dalam air mani pria. Tetapi dalam kasus lain, mereka tampaknya alergi terhadap obat yang dikonsumsi pria yang telah menemukan jalan mereka ke dalam cairan mani pria itu.

Ada beberapa penelitian tentang berapa banyak obat terakumulasi dalam air mani pria. Tapi, secara teori, amoksisilin dapat menjadi sangat terkonsentrasi dalam air mani, menurut penulis.

Ini adalah kasus anafilaksis yang pertama kali dilaporkan kemungkinan dipicu oleh amoksisilin dalam air mani pasangan, kata mereka.

Perempuan itu diberi obat untuk mengobati reaksi alergi, termasuk epinefrin. Masalah pernapasannya berangsur membaik dalam 6 jam.

Satu minggu kemudian, perempuan tersebut pulih sepenuhnya, kata laporan itu.

Wanita itu dijadwalkan untuk janji temu lanjut untuk menyelidiki reaksi alergi lebih lanjut. Sayangnya, dia tidak datang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Ahli: Orang yang Mengaku Punya Alergi Makanan Belum Tentu Memilikinya

Hal ini membuat pera penulis tidak dapat membuktikan secara definitif bahwa air mani yang mengandung amoksisilin adalah penyebab reaksinya. Meski begitu, hingga saat ini, itu merupakan satu-satunya alasan yang tampaknya paling mungkin.

Lebih lanjut, para penulis juga menemukan beberapa diskusi di forum internet yang membicarakan kekhawatiran tentang alergi serupa. Banyak orang berpikir mereka mungkin memiliki reaksi alergi terhadap obat-obatan dalam air mani pasangan mereka.

"Kami berpikir bahwa sebagai dokter, penting untuk mewaspadai fenomena ini ... untuk menginformasikan dan mencegah kemungkinan reaksi serius pada pasien yang peka," catat para penulis dikutip dari Live Science, Selasa (12/03/2019).

Untuk mencegah reaksi alergi, para penulis juga merekomendasikan penggunaan kondom saat berhubungan seks. Apalagi jika salah satu pasangan menggunakan obat yang merupakan alergen pasangannya.



Close Ads X