IDI Minta 3 Masalah Kesehatan Ini Dibahas pada Debat Pilpres

Kompas.com - 13/03/2019, 11:24 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.


KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih menekankan tiga permasalahan di bidang kesehatan yang perlu dibahas dan dicari solusinya dalam debat calon wakil presiden, yakni mulai dari JKN hingga daya saing bidang kesehatan.

1. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Daeng yang dihubungi kantor berita Antara menjelaskan, masalah pertama yang harus mendapat sorotan adalah pembenahan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut dia, JKN adalah salah satu program yang sangat bermanfaat untuk masyarakat tapi butuh penyempurnaan untuk ke depannya.

Baca juga: Angka TBC Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia, tapi Pengobatan Minim

"JKN perlu diperhatikan untuk dibenahi, mulai dari regulasi, ketersediaan dana dan lain-lain, supaya tidak defisit terus, pelayanan jadi baik," terang Daeng.

Melalui Daeng, IDI berharap mendapat pemimpin yang tidak hanya sekadar menyelesaikan masalah defisit BPJS Kesehatan dalam hal JKN, tapi yang mampu memperbaiki program jaminan sosial lebih baik.

2. Berbagai masalah kesehatan Indonesia

Selain JKN, hal penting lain yang harus jadi pembahasan adalah mengatasi berbagai masalah kesehatan di Indonesia.

Daeng menuturkan ada banyak PR di bidang kesehatan yang perlu ditangani. Mulai dari angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi, prevalensi stunting yang masih di angka 30,8 persen, penyakit menular dan tidak menular dan lain-lain.

Daeng berharap agar kedua calon wakil presiden yang akan melaksanakan debat pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan Jakarta dapat memberi solusi dengan memperbaiki dari hulunya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X