Kompas.com - 13/03/2019, 07:57 WIB

"Amerika Serikat telah menjadi yang terdepan dalam penanggulangan TBC secara global dan membantu lebih dari 50 negara yang terbebani TBC termasuk Indonesia yang menjadi negara dengan beban TBC tertinggi ke-3 di dunia."

Bantuan pemerintah Amerika disalurkan melalui lembaga dana pembangunan internasional USAID melalui program Challenge TB. Erin E.McKee, Direktur USAID Indonesia mengatakan, salah satu tantangan dalam memerangi TBC adalah stigma negatif terhadap penderita.

USAID Dorong Pendekatan "Global Accelerator To End TB"

Menurut McKee, untuk tahap berikutnya USAID dengan pendekatan "Global Accelerator To End TB" berharap bisa memberikan manfaat kepada setidaknya 3,8 juta penderita TBC di Indonesia hingga bebas TBC pada 2030.

Dia menambahkan, bantuan untuk Indonesia berupa bantuan teknik.

"Dengan bantuan sekitar 1,8 triliun rupiah tersebut kami membantu Indonesia meningkatkan kapabilitas secara nasional maupun daerah untuk menangani TBC. Kami juga melaksanakan program-program yang langsung di tingkat masyarakat. Jadi kami tidak memberikan uang tunai tetapi bantuan teknis dengan dana tersebut untuk membantu Indonesia meningkatkan kemampuan memerangi penyakit TBC," kata McKee.

Baca juga: ODHA Rentan Terkena Tuberkulosis

Gubernur Jawa Tegah Ganjar Pranowo yang ikut memberikan sambutan dan bersama sejumlah tokoh menerima PIN karena ikut terlibat aktif memerangi TBC, mengatakan pemerintah Jawa Tengah akan memperkuat surat edaran yang sudah dikeluarkan dengan mengeluarkan peraturan penanganan TBC yang melibatkan berbagai komunitas, terutama ikut menemukan pasien TBC dan TBC laten.

"Tahun 2018 kami menegaskan kembali dari awalnya Surat Edaran sekarang kita buat peraturan agar semua terlibat tentang rencana aksi daerah penanggulangan TBC provinsi Jawa Tengah 2018-2023. Eliminasi TBC di Jawa Tengah sampai dengan 2028. Kota Solo bahkan penanggulangan itu sampai 2025," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.