Kompas.com - 13/03/2019, 07:57 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

Kasus baru TBC mencapai 842.000 pertahun dan ini diperkirakan baru mencapai 46 persen dari total kasus yang diperkirakan.

Menurut Anung, menemukan kasus baru TBC masih menjadi tantangan.

"Penemuan kasusnya hingga saat ini belum menggembirakan, maka kita memprioritaskan daerah-daerah yang padat penduduknya itu (di Jawa) yang kita utamakan dulu. Tanpa mengecilkan daerah-daerah lain diluar pulau Jawa," kata Anung.

"Papua kita jadikan prioritas untuk penemuan kasus TBC karena disana kasus HIV-nya cukup tinggi karena memang ada hubungan antara infeksi TBC dengan infeksi HIV untuk daerah-daerah tertentu."

Anung menambahkan upaya menemukan kasus TBC baru melibatkan semua pemangku kepentingan tetap dilakukan di semua wilayah di Indonesia.

Dubes AS Pertegas Kemitraan dengan Indonesia untuk Berantas TBC

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengingatkan, meski dapat dicegah dan disembuhkan, TBC masih menjadi 10 penyakit mematikan di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dubes Donovan mengatakan, Amerika telah bermitra dengan Indonesia selama 20 tahun dalam memerangi TBC dan telah memberikan manfaat lebih dari 700.000 penderita TBC di Indonesia.

Pemerintah Amerika berkomitmen untuk terus membantu Indonesia khususnya menuju bebas TBC tahun 2030.

"Selama 10 tahun terakhir kami telah menginvestasikan lebih dari 130 juta dolar Amerika (sekitar 1,8 triliun rupiah), untuk upaya deteksi dan pengobatan TBC di Indonesia. Kemitraan kami telah memberi manfaat sekitar 700.000 pasien TBC di Indonesia," kata Donovan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.