Karena Ulah Tamu Kebun Binatang, Simpanse "Menggila" dan Celakai Diri

Kompas.com - 11/03/2019, 21:25 WIB
Ilustrasi simpanse Ilustrasi simpanse

KOMPAS.com - Cerita mencengangkan datang dari seekor simpanse bernama Julius yang tinggal di kebun binatang Dyreparken, Kristiansand, Norwegia.

Nama Julius makin terkenal di masyarakat luas, terutama pemerhati hewan sejak bulan lalu.

Cerita bermula ketika pengunjung tak bertanggung jawab melemparkan botol kemasan berisi obat misterius ke kandang simpanse berusia 39 tahun itu.

Setelah minuman itu ditenggak, Julius langsung sakit parah sampai dia menyakiti diri sendiri. Salah satu yang dilakukannya adalah menggigiti lengannya sampai luka parah.

Baca juga: Tak Disangka, Paus Pembunuh Punya Sifat Mirip Manusia dan Simpanse

Penyebab itu sudah dipastikan oleh pihak kebun binatang setelah mereka meninjau rekaman CCTV.

Dengan bantuan pihak kepolisian, mereka berharap dapat segera menangkap pelakunya.

"Kami sangat kaget atas kejadian ini. Beruntung kondisi Julius mulai membaik, lukanya pun sudah mulai sembuh. Jika terlambat ditangani, ini bisa jadi lebih buruk," ujar  Rolf-Arne Ølberg, dokter hewan di kebun binatang tersebut dilansir IFL Science, Kamis (7/3/2019).

Kronologi kejadian

Pada 21 Februari 2019 malam, penjaga kebun binatang melihat tingkah Julius tidak normal. Karena khawatir, petugas akhirnya membiusnya untuk melakukan pemeriksaan mendetail.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Julius dalam keadaan gelisah dan ada luka parah di lengannya.

Awalnya mereka mengira luka di lengan disebabkan oleh infeksi yang berdampak pada perilakunya. Namun kemudian ada laporan bahwa hal ini terjadi setelah seseorang melemparkan botol ke kandangnya.

Hasil tes darah dan urin menunjukkan bahwa Julius positif menelan sejumlah obat yang masih tidak diketahui jenisnya.

Dari delapan simpanse dalam kandang, Julius adalah satu-satunya simpanse yang bisa membuka tutup botol, jadi dia adalah satu-satunya hewan yang menenggak minuman itu.

"Fokus utama kami dalam beberapa hari hanyalah merawat Julius. Kami sangat bersyukur dan bahagianya karena semua tampaknya berjalan dengan baik. Lukany sembuh, Julius pun sudah kembali normal," kata Ølberg.

Baca juga: Seperti Manusia, Simpanse Juga Bisa Bermain Batu-Gunting-Kertas

Julius lahir di kebun binatang pada Desember 1979. Sebelum terlibat dalam kasus tak bertanggung jawab ini, Julius sudah terkenal karena beberapa kali tampil dalam film dokumenter di Norwegian Broadcasting Corporation pada 1981.

Analisis genetik yang baru-baru ini dilakukan menunjukkan bahwa Julius termasuk dalam subspesies simpanse biasa, dikenal juga sebagai simpanse Afrika Barat atau simpanse barat yang banyak ditemukan di Pantai Gading dan Guinea.

Keberadaan Julius di kebun binatang juga untuk membantu program pemuliaan simpanse barat yang terancam punah.




Close Ads X