Kompas.com - 07/03/2019, 15:02 WIB
Ilustrasi Thinkstock/kieferpixIlustrasi

KOMPAS.com - Baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa asal usul patah hati terdapat di otak. Lebih khusus lagi, asal-usul suatu kondisi yang disebut "sindrom patah hati".

Sindrom patah hati, atau kardiomiopati takotsubo, terjadi ketika otot jantung tiba-tiba melemah dan menyebabkan jantung berubah bentuk. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh emosi atau stres yang ekstrem, seperti kehilangan orang yang dicintai.

Sekarang, sebuah studi baru menemukan bahwa otak juga tampaknya memainkan peran penting dari sindrom tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa pada orang yang mengembangkan sindrom patah hati, area otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan respons stres seseorang tidak berfungsi sebaik yang mereka lakukan pada orang tanpa gangguan ini.

Baca juga: Anjingnya Mati, Seorang Wanita Alami Sindrom Patah Hati dan Masuk UGD

Temuan ini diterbitkan 5 Maret di jurnal European Society of Cardiology.

Sindrom patah hati memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung, termasuk nyeri dada dan sesak napas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun sindrom ini dapat memiliki konsekuensi yang bertahan lama, kebanyakan orang yang mengalaminya akan pulih sepenuhnya tanpa kerusakan permanen pada jantung, menurut Pusat Informasi Penyakit Genetik dan Langka.

Tetapi masih belum jelas mengapa beberapa orang mengembangkan kondisi ini dan yang lainnya tidak, kata Jelena-Rima Ghadri, co-author penelitian ini dari University Hospital Zurich, Swiss.

Melansir dari Live Science, Selasa (05/03/2019), karena hal itu, Ghadri dan timnya memutuskan memeriksa peran otak dari kondisi yang biasanya dipicu oleh emosi yang ekstrem tersebut.

Untuk melakukannya, tim memindai otak dari 15 pasien wanita yang sebelumnya menderita sindrom patah hati.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.