Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penuh Harta Karun, Gua Dewa Jaguar Ditemukan di Bawah Runtuhan Maya

Kompas.com - 06/03/2019, 20:06 WIB
Shierine Wangsa Wibawa

Penulis

KOMPAS.com – Para arkeolog menemukan gua rahasia berisi harta karun di bawah reruntuhan Chichén Itzá milik suku Maya, Peninsula Yucatan, Meksiko. Gua tersebut ditemukan setelah mereka melalui terowongan gelap yang meliuk-liuk seperti labirin.

Dilansir dari Live Science, Selasa (5/3/2019); sebetulnya ini bukan kali pertama gua ditemukan. Keberadaannya di bawah kota kuno Chichén Itzá telah dideteksi oleh arkeolog Victor Segovia Pinto pada 1966.

Namun, Pinto tidak pernah menggalinya, dan malah menyuruh para petani lokal untuk menutup pintu gua tanpa alasan yang jelas. Catatannya pun hilang begitu saja sehingga menyisakan banyak teka-teki yang membingungkan para peneliti selama beberapa dekade.

Pada tahun lalu, para arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) akhirnya berhasil menemukan pintu gua yang ditutup oleh Pinto.

Baca juga: 2.500 Tahun Lalu Suku Maya Pakai Pemandian Air Panas Ini untuk Ritual

Penemuannya bukan tanpa usaha sama sekali. Peneliti utama, Guillermo de Anda dari INAH, berkata bahwa para arkeolog perlu merangkak selama berjam-jam di lorong yang sempit dan gelap hanya untuk mencapai pintunya.

Untungnya, upaya itu tidak sia-sia. Gua rupanya menyimpan setidaknya 150 artefak yang kemungkinan besar belum pernah dijamah oleh tangan manusia selama 1.000 tahun, termasuk pembakar dupa, vas, dan piring-piring yang dihiasi oleh wajah para dewa-dewa kuno.

Selain ruangan gua berisi harta karun tersebut, para peneliti juga menduga bahwa sebetulnya ada enam lagi ruang suci yang masih tersembunyi. Ketujuh ruangan terhubung dalam jaringan lorong disebut Balamku atau Dewa Jaguar.

Para peneliti tentunya akan melanjutkan penggalian mereka untuk mengungkap budaya ritual gua suku Maya. De Anda juga berkata bahwa mempelajari gua itu sendiri, termasuk geologi dan mikrobiologinya, akan dapat mengungkap siklus air dan iklim dalam sejarah Chichén Itzá.

“Balamku akan memberitahu kita, tidak hanya tentang jatuhnya Chichén Itzá, tetapi juga momen kebangkitannya. Kini, kita telah memiliki konteks yang tersegel dengan kuantitas informasi yang luar biasa, termasuk materi organik yang dapat kita gunakan untuk mengetahui perkembangan Chichén Itzá,” ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau