Kompas.com - 15/03/2018, 17:33 WIB

KOMPAS.com - Kebahagiaan takkan dicapai tanpa pengorbanan. Ada waktu dan usaha yang dilibatkan untuk menggapai kebahagiaan.

Namun, jika terlalu keras berusaha meraih kebahagiaan, orang-orang akan kehilangan waktu dan malah menimbulkan ketidakbahagiaan.

Studi terbaru garapan Kim Aekyoung dari Universitas Rutgers dan Sam Maglio dari Universitas Toronto yang diterbitkan dalam Psychonomic Bulletin & Review menjelaskannya.

Dalam studinya, Aekyoung melakukan eksperimen pada dua populasi. Pertama adalah yang menjejar kebahagiaan sementara yang kedua mensyukurinya.

Populasi responden pertama diminta mengejar kebahagiaan dengan menonton film, walaupun film itu membosankan.

Baca juga : Beo Kea, Inilah Satu-satunya Burung yang Bisa Menularkan Kebahagiaan

Sementara populasi kedua diminta mencatat hal-hal yang telah membuat mereka bahagia sambil menonton komedi slapstik untuk membangun kondisi kebahagiaan telah diraih.

Hasil riset menunjukkan, populasi pertama merasa tidak punya banyak waktu untuk merasa dan memperjuangkan kebahagiaan.

“Kelihatannya waktu justru tersita banyak saat mengejar kebahagiaan, apalagi jika terus mencari kebahagiaan itu,”ujar para peneliti dikutip dari Science Daily pada Rabu (14/3/2018).

Pelajaran dari riset ini, semakin "ngoyo" berjuang untuk bahagia sesuai target masing-masing, semakin sedikit pula perasaan bahagia yang dirasakan.

Peneliti menganjurkan, kebahagiaan itu mestinya selalu dirasakan kehadirannya tanpa perlu terus diuber. Orang hanya perlu menghargai dan bersyukur atas apa yang diperoleh.

“Seseorang sebaiknya tidak menilai kebahagiaan sebagai suatu hal yang mesti dicari. Jika begini, orang malah punya banyak waktu luang dan banyak kebahagiaan,” ungkap peneliti.

Baca juga : Berkhayal Bisa Mengurangi Kebahagiaan  

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.