Kompas.com - 28/02/2019, 19:45 WIB

3. Komet Aneh atau Pecahan Es?

Ketika Spitzer Space Telescope memeriksa tanda-tanda ekor yang mirip komet dari Oumuamua, instrumen tidak melihatnya. Itu berarti hanya sejumlah kecil karbon monoksida dan gas karbon dioksida yang akan dikeluarkan, jika ada.

Data Spitzer menunjukkan bahwa objek itu juga tidak boleh memuntahkan banyak air.

Baca juga: Bukan Asteroid, Oumuamua Ternyata Sebuah Komet

Tetapi jika Oumuamua adalah jenis komet yang aneh, itu bisa memuntahkan uap air atau gas non-karbonasi lain yang tidak terdeteksi Spitzer, yang bisa menjelaskan bagaimana benda itu melesat.

"Oumuamua terbuat dari air yang tenang, bukan Perrier," gurau astronom Gregory Laughlin dari Yale University.

Laughlin dan koleganya kini sedang mengerjakan studi yang menunjukkan bahwa Oumuamua melepaskan semburan gas seperti nozzle yang sumbernya bermigrasi melintasi permukaan objek, mengikuti kehangatan matahari.

Migrasi itu akan membiarkan Oumuamua jatuh melalui ruang tanpa berputar begitu cepat sehingga pecah. Komet-komet lain, termasuk yang dikunjungi oleh pesawat ruang angkasa Rosetta, memperlihatkan jenis jet pelacak matahari ini.

"Keanehannya adalah bahwa (Oumuamua) harus dibuat dari es yang cukup murni untuk menjelaskan keluarnya gas seperti itu," kata Laughlin.

Tidak jelas apakah sebuah komet, bahkan yang aneh, dapat dibuat dari es murni. Jadi mungkin saja Oumuamua bisa menjadi pecahan es dari tubuh yang lebih besar, seperti jika planet es terlalu dekat dengan tetangga yang lebih besar dan terkoyak, katanya.

Sayangnya, tidak ada cara untuk memeriksa bagaimana struktur Oumuamua sekarang karena ia terlalu jauh untuk diamati.

"Jika (Oumuamua) mewakili populasi, akan ada peluang untuk melihat dari dekat," kata Laughlin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Oh Begitu
Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Oh Begitu
Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Oh Begitu
Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.