Kompas.com - 27/02/2019, 19:58 WIB
Ilustrasi satelit Facebook KONSTANTIN SHAKLEIN/ALAMY/WIREDIlustrasi satelit Facebook

KOMPAS.com - Baru-baru ini muncul kembali peringatan tentang sampah antariksa yang kembali ke Bumi. Kali ini, sampah tersebut adalah wahana antariksa milik Soviet yang dilucurkan sekitar tahun 1972.

Wahana itu dalah Venus Cosmos 482 yang direncanakan menjelajahi planet kedua terdekat matahari. Cosmos 482 mulanya ditujukan untuk menggantikan wahana sebelumnya Venera 8 yang menyampaikan data dari permukaan Venus selaman 50 menit 11 detik sebelum hancur.

Sayangnya, misi Cosmos 482 itu gagal setelah wahana tersebut tidak bisa lepas dari orbit Bumi.

Selama puluhan tahun berada di luar angkasa, benda ini diperkirakan akan jatuh kembali ke permukaan Bumi.

Baca juga: Video: Tahap Pertama Roket Falcon 9 Gagal Mendarat dan Jatuh ke Air

Dalam perkiraan tahun-tahun sebelumnya, wahana milik Soviet tersebut paling lambat akan kembali ke Bumi tahun 2025. Namun, melihat tampilan di pesawat ruang angkasa mengungkapkan benda itu akan segera jatuh tahun ini.

Melansir dari Slash Gear, Selasa (26/02/2019), Cosmos 482 dioperasikan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet dan dirancang agar sangat tahan lama.

Benda ini dirancang menangani panas dan tekanan yang sangat kuat. Bahkan, pengamat satelit Thomas Dorman memperkirakan beberapa komponen dari wahana tersebut masih utuh dan dalam keadaan baik.

Dorman juga memperkirakan sampah antariksa ini kemungkinan akan selamat saat kembali memasuki Bumi.

"Ya, wahana ini akan bertahan ketika memasuki kembali atmosfer bumi tanpa masalah," ujar Dorman dikutip dari Space.com, Senin (25/02/2019).

"Akan lucu jika benda itu turun dan parasutnya berhasil mengembang... tapi saya yakin baterai untuk menyalakan teknik pengembangan parasut telah mati sejak lama!" imbuhnya.

Dorman memperkirakan wahana milik Soviet itu akan jatuh pada tahun ini atau sekitar pertengahan tahun 2020.

"Memperkirakan jatuhnya wahana antariksa adalah seni dalam sains. Masalah lainnya adalah, tidak ada yang bisa memperkirakan aktivitas matahari tahun depan yang bisa mempengaruhi waktu jatuhnya wahana itu," ujar Dorman.

Meski telah ada waktu perkiraan, tapi ini bukanlah jaminan. Tentu saja, wahana ini bisa jatuh kapan saja.

Selain itu, masih ada pertanyaan di mana wahana ini akan mendarat. Asumsi yang muncul adalah kemungkinan besar benda itu akan menabrak laut.

Baca juga: Setelah Tiangong-1, Roket India Diprediksi Jatuh di Wilayah Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X