Terobosan Besar, Ilmuwan Kembalikan Karbon Dioksida Jadi Batu Bara

Kompas.com - 27/02/2019, 19:36 WIB
Para peneliti RMIT mengubah karbon dioksida kembali menjadi batu bara.RMIT University Para peneliti RMIT mengubah karbon dioksida kembali menjadi batu bara.

KOMPAS.com – Dunia sains internasional sedang dikejutkan oleh berita bahwa tim peneliti RMIT University telah berhasil mengubah karbon dioksida kembali menjadi batu bara.

Sebetulnya, ini bukan kali pertama kita berhasil mengembalikan karbon dioksida bentuk lain. Namun, teknik-teknik yang ada selama ini masih banyak kekurangannya. Ada yang terlalu lama, terlalu rumit, tidak dapat dilakukan dalam skala besar atau yang berisiko melepaskan karbon kembali.

Nah, teknik yang dikembangkan oleh para peneliti Australia ini tidak hanya cepat, tetapi juga tidak membutuhkan tekanan yang terlalu banyak atau reaksi kimia yang terlalu rumit. Teknik ini bahkan dilakukan dalam suhu ruangan.

Dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, para peneliti menyebut teknologi mereka sebagai cara alternatif untuk mengurangi karbondioksida dari atmosfer secara aman dan permanen.

Baca juga: Pemanasan Global, Tambang Tua Bisa Diubah jadi Hutan Pengisap Karbon

Kuncinya adalah menggunakan logam cair sebagai katalis.

Dilansir dari Science, Selasa (26/2/2019); para peneliti pertama-tama membuat paduan logam cair dari gallium, indium dan timah. Mereka lalu menambahkan sedikit serium yang aktif secara kataliktik dan meletakakan semua campurannya ke dalam tabung kaca bersama sedikit air.

Ketika kawat dimasukkan dalam logam cair, beberapa serium yang berada di permukaan bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan serium oksida yang sangat tipis. Namun, mayoritas serium masih terlindungi oleh logam cair.

Para peneliti kemudian memindahkan karbon dioksida murni ke dalam tabung kaca tersebut dan mengirimkan listrik melalui kawat. Karbon dioksida pun terserap ke dalam logam cair dan diubah oleh logam serium dan listrik menjadi karbon padat yang menyerupai batu bara.

Berbeda dengan teknik-teknik sebelumnya, tidak terjadi penumpukan karbon pada serium bila menggunakan proses ini. Karbon terbentuk menjadi serpihan hitam kecil yang kemudian lepas dan turun ke samping dan dasar tabung. Dengan demikian, produksi karbon padat bisa terus dilanjutkan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X