Kompas.com - 24/02/2019, 19:53 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. ABCIlustrasi kebakaran hutan.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru membahas dampak kebakaran hutan di Indonesia tahun 1997 silam terhadap pertumbuhan anak-anak saat ini.

Kebarakan hutan pada tahun 1997 dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah. Dalam peristiwa tragis ini, 11 juta hektar tanah dibakar untuk tanaman baru.

Akibatnya, asap dan kabut meluas hingga kota-kota terdekat di Brunei, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Sayangnya, menurut penelitian terbaru dari Singapura dan AS menunjukkan kabut asap tersebut menghambat pertumbuhan generasi berikutnya.

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan, Khususnya Riau

Penelitian ini menemukan bukti bahwa anak-anak di dalam rahim yang terpapar kabut asap tersebut berpotensi membuat mereka lebih pendek atau mengalami stunting.

Temian menunjukkan bahwa udara beracun dapat menyaring pasokan oksigen janin. Hal ini menyebabkan perubahan permanen yang berpotensi menyebabkan berat badan lahir rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, paparan kabut asap ini juga menyebabkan potensi tinggi badan yang lebih pendik di usia dewasa.

"Sementara penelitian sebelumnya telah menarik perhatian pada kematian yang disebabkan kabaran hutan, kami menunjukkan bahwa orang yang selamat juga menderita kerugian besar dan tidak dapat dipulihkan," tulis para peneliti dalam laporannya di jurnal PNAS dikutip dari Science Alert, Minggu (24/02/2019).

Ini merupakan temuan baru yang menunjukkan bahwa kebaran hutan lebih berbahaya daripada yang kita bayangkan sebelumnya.

Pada kebarakan hutan tahun 1997 silam, dilepaskan sejumlah besar sulfida, dinitrogen oksida dan abu ke udara, menghasilkan seperempat dari semua emisi karbon untuk tahun itu dan akhirnya mendorong tingkat polusi ke ketinggian yang sebelumnya tak tertandingi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X