Bantah Pernyataan soal Kebakaran Hutan, KLHK Luruskan Klaim Jokowi

Kompas.com - 17/02/2019, 22:55 WIB
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Agustus 2018 lalu.KOMPAS.com/IDON TANJUNG Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Agustus 2018 lalu.

KOMPAS.com - Debat kedua calon presiden usai. Dalam debat kedua, Jokowi menyatakan sejumlah klaim yang berujung bantahan. Salah satu klaimnya adalah soal tak adanya kebakaran hutan dalam tiga tahun terakhir.

Klaim Jokowi tersebut mendapat sejumlah bantahan. salah satunya dari Iqbal damanik, peneliti Auriga. Iqbal mencatat, "Tahun 2017 saja terjadi 11.000 hektar lahan hutan."

Ia merinci, tahun n2015 - 2016, 261.060 hektar lahan hutan terbakar. tahun 2016 - 2017, 14.604 hektar lahan hutan terbakar. Sementara, tahun 2017 - 2018, total kebakaran hutan mencapai 11.127 hektar.

Baca juga: Kasus Kebakaran Hutan dalam 3 Tahun Terakhir, Tak seperti Klaim Jokowi

Namun pernyataan Iqbal itu disanggah oleh Kementeriuan Lingkungan Hidup dan Kehutanan lewat akun Twitter-nya.

KLHK menyatakan, "Terminologi tidak ada kebakaran hutan maksudnya tidak terjadi bencana (mengacu pada pengertian kebakaran hutan menurut Notohadinegoro, 2006). Bahkan sejak 2017, tidak ada asap lintas negara."

Sementara disebut tak ada asap lintas negara, kabut asap masih terjadi bahkan pada Sabtu (16/2/2019).

Hal itu disampaikan Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Edwin Putra kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (16/2/2019). "Daerah yang sudah dilanda kabut asap, yakni Kota Dumai, Kecamatan Rupat di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir," ujar Edwin.

Baca juga: Dua Klaim Lingkungan Jokowi dalam Debat Capres yang Bikin Blunder




Close Ads X